Analisis Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah

Dalam sebuah pemerintahan potensi sumber daya manusia termasuk salah satu peran paling penting dalam mencapai tujuan yang telah dikehendaki. Dapat dikatakan manusia menjadi sumber daya utama yang dapat mengatur, menganalisis dan mengendalikan masalah. Efektivitas kerja pegawai tidak akan maksimal jika kinerja pegawai tidak maksimal. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, perlu dilakukan peningkatan secara terencana, terarah dan berkesinambungan sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang profesional.

Kenyataan menunjukkan kondisi pegawai masih jauh dari yang diharapkan. Kualitas pegawai negeri sipil di Indonesia selama ini masih belum memuaskan karena rendahnya produktivitas kerja yang terlihat. Seperti yang tertera dalam UU No.32 tahun 2004 yang mengatur hal-hal tentang; pembentukan daerah dan kawasan khusus, pembagian urusan pemerintahan, penyelenggaraan pemerintahan, kepegawaian daerah, perda dan peraturan kepala daerah, perencanaan pembangunan daerah, keuangan daerah, kerja sama dan penyelesaian perselisihan, kawasan perkotaan, desa, pembinaan dan pengawasan, pertimbangan dalam kebijakan otonomi daerah.

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah sebagai instansi pemerintah, memiliki pegawai yang pada dasarnya mempunyai karakter yang berbeda-beda. Dari perbedaan tersebut bisa saja dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan, sikap, kedisiplinan dan faktor lainnya. Keadaan tersebut menimbulkan perbedaan kemampuan para pegawai dalam hal melaksanakan tugas yang dibebani kepadanya. Sehingga tingkat efektivitas kerja pegawai juga akan bervariasi.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kerja di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah dapat terlihat kesenjangan antara kinerja yang diharapkan dengan kinerja nyata yang dihasilkan. Pemandangan yang tidak lazim adalah dimana pekerjaan yang seharusnya dapat terselesaikan menjadi terhambat karena aktivitas pegawai yang mengabaikan pekerjaannya, seperti izin di jam kerja yang seharusnya menjadi waktu dimana menyelesaikan pekerjaan yang di bebankan dengan alasan-alasan yang tidak tepat.

Dan persoalan yang juga terjadi pada saat adanya rotasi pekerja, dimana perpindahan pekerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain membuat para pegawai harus menyesuaikan diri terlebih dahulu pada pekerjaan baru ataupun keadaan sekitar yang membuat pekerjaan yang sebelumnya yang telah di kerjakan pegawai sebelumnya terlambat penyelesaiannya.

Pelaksanaan tugas-tugas sudah tentu memerlukan dukungan personil pegawai yang professional agar tercipta kinerja organisasi yang optimal dan memuaskan. Sehingga dalam upaya meningkatkan kinerja oganisasinya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah diperhadapkan pada berbagai kendala.

Suatu kegiatan dikatakan efisien apabila dikerjakan dengan benar dan sesuai dengan prosedur sedangkan dikatakan efektif bila kegiatan tersebut dilaksanakan dengan benar dan memberikan hasil yang bermanfaat. Sebagaimana disebutkan diatas persoalan efektifitas kerja menjadi persoalan di instansi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1). Apakah kemampuan menyesuaikan diri (X1) prestasi kerja (X2) dan kepuasan kerja (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai (Y) pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah? 2). Apakah kemampuan menyesuaikan diri (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah? 3). Apakah prestasi kerja (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah? 4). Apakah kepuasan kerja (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah?

Nama : Nimas Shanty Mayangsari