Analisis Kandungan Vitamin A Dan C Keripik Nangka (Arthocarpusheterophyllus L.) Produksi Industri Rumah Tangga Di Kabupaten Tolitoli

Makanan menjadi  kebutuhan yang sangat vital bagi setiap orang, karena itu haruslah diperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi. Secara kuantitas artinya jumlah konsumsi makanan tidak boleh kurang atau lebih dari yang di butuhkan tubuh, sedangkan makanan berkualitas adalah makanan yang bergizi, yaitu makanan yang mengandung sekelompok zat yang esensial bagi kesehatan dan kebugaran (Munawwarah, 2017).

Makanan yang kita konsumsi harus mengandung zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi vitamin dan mineral banyak dikandung oleh sayuran dan buah-buahan. Sayuran dan buah merupakan bahan pangan yang mudah didapatkan di berbagai tempat. Hanya saja, masih banyak orang yang tidak suka mengkonsumsinya dengan berbagai alasan. Padahal dengan kandungan vitamin dan mineralnya yang begitu lengkap serta bervariasi, sayuran dan buah merupakan bahan pangan yang sangat penting bagi kita. Selain kandungan vitamin dan mineralnya, buah juga banyak mengandung serat yang melancarkan pencernaan (Munawwarah, 2017).

Buah yang mempunyai potensi untuk dikembangkan di Indonesia adalah buah Nangka. Penyebaran Nangka telah merata di Indonesia, hampir di semua kepulauan Nusantara terdapat tanaman buah nangka. nangka dapat menjadi sumber pangan yang dapat diandalkan (Kamal, Tety, & Tarumun, 2016).

Buah nangka bisa dijadikan sebagai produk makanan olahan seperti, kue, campuran makanan, kerpik dan lain-lain. Adapun olahan nangka yang sangat di gemari yaitu keripik nangka. Keripik nangka dibuat untuk di jadikan cemilan sehat dan enak (Asikin, Ali, & Harun, 2017).

Di Kabupaten Tolitoli tercatat beberapa industri keripik nangka dengan berbagai macam merk produk olahan keripik yang meliputi sukun, pisang, ubi jalar dan melinjo. Pemasaran keripik nangka di kabupaten Tolitoli dilakukan ditempat produksi itu sendiri dan tersebar di berbagai swalayan, UKM dan tempat usaha lainnya yang menjual aneka makanan.

Makanan kemasan Kripik Nangka yang dijadikan ole-ole khas Kabupaten Tolitoli memiliki kadar gizi yang cukup baik buat tubuh. Tetapi permasalahan gizi bukan hanya soal asupan makanan yang diserap sehari-hari, tetapi gizi juga terkait dengan cara memilih dan mengelolah makanan agar nilai gizinya tetap ada dan bermanfaat bagi tubuh. Proses pemilihan dan pengolahan makanan yang salah bukan hanya berkakibat hilangnya zat gizi, tetapi juga akan berdampak timbulnya penyakit degeneratif.

Pengolahan Kripik Nangka Tolitoli terutama sudah mulai berkembang dari industri menengah dengan mengunakan mesin pengupas, pencuci, pengiris, dan pengering. Berkembangnya industri pengolahan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi buah nangkan baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Kripik nangka kabupaten memang memiliki keistimewaan karena cita rasanya yang khas. Yakni, gurih, renyah, dan harum. Kripik nangka jika dikemas dalam kemasan plastik dengan tekstur yang tebal dan aluminium foil yang dapat tahan lama karena dapat menahan perubahan suhu dari luar sehingga kelembabannya tetap terjaga dan disimpan dilemari pendingin. kripik ini bisa bertahan lebih dari dua tahun rasa dan aromanya pun tidak akan berkurang.

Buah nangka sangat baik di konsumsi karena kaya dengan mineral dan vitamin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan maupun mencegah penyakit. Banyaknya kandungan vitamin C (sebanyak 20 mg) sangat berguna dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata.buah nangka memiliki kandungan vitamin A yang tinggi yaitu 330 SI per 100 gr daging buah yang berperan dalam menjaga agar kornea mata selalu sehat serta kandungan serat yang dapat membantu memperlancar pencernaan Akan tetapi, kandungan tersebut akan hilang sama sekali jika nangka  sudah diolah. terutama jika proses penggorengan terlalu lama dan sangat kering. Karena saat digoreng buah nangka menyerap minyak. Sehingga dengan mengkonsumsi kripik sama saja dengan mengkonsumsi minyak yang tidak hanya menggemukkan, tapi juga dapat mengakibatkan radang dan iritasi, Bila dikonsumsi secara berlebihan (Syarfaini, 2012).

Keripik nangka merupakan produk olahan atau awetan yang dibuat dengan cara digoreng. Keripik nangka ini umunya dibuat dengan memanfaatkan buah nangka yang sudah terlalu masak atau mengkal. Secara fisik keripik nangka  mirip dengan keripi lain, namun cita rasanya tetap nangka. Prinsip dasar pembuatan keripik nangka adalah tidak mengurangi kadar vitaminnya dengan pengolahan dalam minyak goreng (Hariono & Bakri, 2016).

       Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ‘’Analisis kandungan Vitamin A dan C Keripik Nangka produksi Industri Rumah tangga di Kabupaten Tolitoli”.

Nama : Leli Irjayanti