Analisis Pertumbuhan Dan Efektivitas Penerimaan Pajak Hotel Dan Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Palu

Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki peran penting dalam  rangka pembiayaan pembangunan di daerah. Berdasarkan pada  potensi  yang dimiliki masing-masing daerah, peningkatan dalam penerimaan PAD  ini akan dapat meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Seiring  dengan perkembangan perekonomian daerah yang semakin  terintegrasi  dengan  perekonomian  nasional  dan  internasional,  maka  kemampuan  daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber penerimaan  PAD menjadi sangat penting.

Sumber-sumber penerimaan PAD tersebut  dapat diuraikan lagi dalam bentuk penerimaan dari pajak daerah dan  retribusi daerah. Pajak daerah tersebut seperti pajak hotel, restoran, hiburan, kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor,  bahan bakar kendaraan bemotor,  air,  rokok,  penerangan  jalan,  mineral  bukan  logam  dan  batuan,  bumi  dan  bangunan,  bea  perolehan  atas  tanah  dan  bangunan, air  tanah,  parkir,  sarang  burung  wallet  dan  pajak  reklame.

Berdasarkan  pada Undang-undang  No.  Tahun  2009  tentang  Pajak  Daerah  dan  Retribusi  Daerah  dapat  diklasifikasikan  mana  yang  merupakan  pajak  provinsi  dan  pajak  kabupaten  kota.  Jenis  pajak  provinsi  seperti  pajak  kendaraan  bermotor,  bea  balik  kendaraan  bermotor,  bahan  bakar  kendaraan  bermotor,  air  permukaan  dan  pajak  rokok  sedangkan  jenis  pajak  kabupaten/kota  seperti pajak  hotel,  restoran,  reklame  dan  pajak  parkir.  Menurut  Undang-undang  tersebut  pajak  daerah  dan  retribusi  daerah  merupakan   salah  satu  sumber  pendapatan  daerah  yang  penting  guna  membiayai  pelaksanaan  pemerintahan  daerah.

Pemerintah daerah menetapkan pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu sumber penerimaan yang berasal dari dalam daerah dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Pajak  daerah terdiri dari berbagai jenis pajak yang terkait dengan  berbagai kondisi kehidupan masyrakat. Masing-masing jenis pajak memiliki objek, subjek, tarif dan berbagai ketentuan pengenaan tersendiri, yang mungkin berbeda dengan jenis pajak atau retribusi daerah lainnya. Di sisi lain semangat otonomi daerah yang diberlakukan di Indonesia memungkinkan setiap daerah provinsi atau kabupaten/kota mengatur daerahnya sendiri.

Dari berbagai komponen pajak daerah yang dikelola oleh  pemerintah Kota Palu, peneliti tertarik untuk fokus pada pajak hotel dan  pajak restoran. Hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut  bayaran, yang mencakup juga hotel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta  rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari sepuluh, kecuali pertokoan  dan  perkantoran.

Pajak hotel dan pajak restoran merupakan suatu elemen yang cukup menjanjikan dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Disamping itu juga pajak hotel dan restoran merupakan  sumber pendapatan daerah yang potensial untuk dikembangakan sesuai  dengan pertumbuhan pembangunan Kota Palu, sehingga sektor ini merupakan sektor yang cukup baik bagi penerimaan daerah jika  dikelola  dengan baik.

Berdasarkan pada latar belakang di atas maka rumusan  permasalahan  dalam  penelitian ini  adalah: 1) Bagaimana tingkat pertumbuhan penerimaan Pajak Hotel dan  Restoran di Kota Palu, 2) Bagaiamana tingkat efektivitas Penerimaan Pajak Hotel dan  Restoran di Kota Palu, 3) Bagaimana tingkat kontribusi penerimaan Pajak Hotel dan  Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Palu, dan 4) Bagaiamana tingkat penerimaan pajak hotel dan restoran di Kota Palu  pada tahun-tahun yang akan datang.

Nama : Siti Maya