Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut Di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli

Menurut NIA (National Institute On Aging), Populasi orang berusia diatas 65 tahun sedunia sekarang berada ada 617 juta orang. Angka tersebut setara dengan 8,5% dari jumlah seluruh penduduk dunia ini. Namun demikian, sebelum tahun 2050, jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi menjadi 1,6 miliar orang setara dengan hampir17% penduduk dunia saat itu. Di seluru dunia, angka harapan hidup meningkat dari 68,6 tahun (2015) menjadi 76,2 tahun (2050). Secara rata-rata penduduk dengan usia diatas 80 tahun di perkirakan akan naik 3 kali lipa, dari 126,5 juta orang menjadi 446,6 juta orang di seluruh dunia. Tapi kenaikan di asia dan di afriak bisa sekitar 4 kali lipat( National Institute On Aging, 2015 ).

Indonesia merupakan negara keempat dengan jumlah lansia terbanyak setelah China, Amerika dan India. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012 jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai 7,78% atau tercatat 18,55 juta jiwa. Lanjut usia adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun (Kemenkes RI, 2013).

Proses menua pada manusia merupakan suatu peristiwa alamiah yang tidak terhindarkan, dan menjadi manusia lanjut usia (lansia) yang sehat merupakan suatu rahmat. Menjadi tua adalah suatu proses natural dan kadang-kadang tidak nampak mencolok, penuaan akan terjadi di semua sistem tubuh manusia dan tidak semua sistem akan mengalami kemunduran pada waktu yang sama. Secara biologis lansia mempunyai ciri-ciri yang dapat dilihat secara nyata pada perubahan-perubahan fisik dan mentalnya. Proses ini terjadi secara alami yang tidak dapat dihindari dan berjalan secara terus menerus (Nugroho, 2011).

Lansia yang tidak aktif dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu lansia, maka kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik, sehingga apabila mengalami suatu resiko penyakit akibat penurunan kondisi tubuh dan proses penuaan dikhawatirkan dapat berakibat fatal dan mengancam jiwa mereka. Penyuluhan dan sosialisasi tentang manfaat posyandu lansia perlu terusditingkatkan dan perlu mendapat dukungan berbagai pihak, baik keluarga, pemeritah maupun masyarakat itu sendiri (Komnas Lansia, 2010).

Secara umum, jumlah penduduk lansia di Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2010 sebanyak152.848 jiwa, Jumlah penduduk lansia perempuan berjumlah 76.660 jiwa yang lebih banyak dari jumlah penduduk lansi laki-laki yang berjumlah 76.188 jiwa. Populasi lansia yang semakin meningkat tentu membutuhkan perhatian dalam bentuk program pelayanan kesehatan seperti pelayanan kesehatan lansia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2012, jumlah lanjut usia yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak 78.424 jiwa (50,09%) dari total jumlah lanjut usia sebanyak 152.848 jiwa (Dinkes Provinsi Sulteng, 2013).

Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah. Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli tahun 2015 cakupan pelayanan kesehatan lansia yang berumur ≥ 60 tahun di Kabupaten tolitoli sebanyak 843 jiwa dengan jumlah lansia sebanyak 1.902 jiwa. Data yang di peroleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli tahun 2016, Puskesmas Baolan merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Tolitoli yang memiliki capaian kinerja standar pelayanan kesehatan pada usia lanjut terendah dengan jumlah lansia yang berumur ≥60 tahun sebanyak 110 jiwa, yang memanfaatkan pelayanan kesehatan sebanyak 74 jiwa dari total keseluruhan lansia (Dinkes Kab.Tolitoli, 2017).

Nama : Ashar