Tinjauan Yuridis Pembinaan Narapidana Anak (Studi Kasus Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu)

Anak adalah generasi penerus bangsa dan penerus pembangunan, yaitu generasi yang dipersiapkan sebagai subjek pelaksana pembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan suatu negara, tidak terkecuali di Indonesia. Perlindungan anak Indonesia berarti melindungi potensi sumber daya insani dan membangun manusia Indonesia seutuhnya, menuju masyarakat yang adil dan makmur, materiil spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Seorang anak yang melakukan atau diduga melakukan suatu tindak pidana sangat membutuhkan adanya perlindungan hukum. Masalah perlindungan hukum bagi anak merupakan salah satu cara melindungi tunas bangsa di masa depan. Perlindungan hukum terhadap anak menyangkut semua aturan hukum yang berlaku. Perlindungan ini perlu karena anak merupakan bagian masyarakat yang mempunyai keterbatasan secara fisik dan mentalnya. Oleh karena itu anak memerlukan perlindungan dan perawatan khusus.

Anak-anak yang berkonflik dengan hukum tentu membutuhkan perlindungan khusus, yang sangat berbeda dengan orang dewasa. Karena tanpa perlindungan hukum dalam setiap proses peradilan anak, baik dari penegak hukum maupun dari masyarakat dan pemerintah, anak akan menjadi korban dalam proses penegakan hukum.

Pidana adalah penderitaan yang sengaja dibebankan oleh negara kepada orang yang melakukan perbuatan yang dilarang (tindak pidana). Pidana merupakan reaksi atas delik yang banyak berwujud suatu nestapa yang dengan sengaja ditimpakan negara pada pembuat delik dan dirumuskan pula dalam hukum. Narapidana adalah terpidana yang menjalani pidana dan hilang kemerdekaannya di Lembaga Pemasyarakatan. Narapidana merupakan masyarakat yang mempunyai kedudukan lemah dan tidak mampu dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya yang memiliki kebebasan, karena narapidana akan terampas kemerdekaannya untuk selama waktu tertentu dan mampunyai ruang gerak yang terbatas oleh tembok penjara.

Di kota Palu, pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Palu, yang kemudian di sebut Anak Didik Pemasyarakatan. Penempatan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Palu dilakukan dengan menyediakan blok tertentu bagi mereka yang telah mencapai umur 12 (dua belas) tahun sampai dengan umur 18 (delapan belas) tahun. Pembinaan yang dilakukan untuk narapidana anak memeliki perbedaan dengan pembinaan dengan narapidana dewasa di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Palu, untuk itu menarik penulis melakukan penulisan karya ilmiah dengan isu pokok penelitian  mengenai dampak yang ditimbulkan oleh penempatan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Palu dalam lokasi yang tergabung dengan Lembaga Pemasyarakatan Dewasa terhadap proses pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1). Bagaimanakah pelaksanaan pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Palu? 2). Apakah kendala dalam pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas II Palu?

Nama : Hendra Rasinan Tandungan