Fungsi Panitia Pemilihan Kecamatan Menurut Pasal 42 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Pada Pemilu Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2014

, , Leave a comment

Dalam praktik demokrasi di belahan dunia manapun, suara rakyat menjadi elemen mendasar dalam pelaksanaan sebuah pemilihan umum (selanjutnya disingkat pemilu) yang bebas, jujur dan adil. Maraknya kembali minat pada prinsip dan prosedur pemerintahan demokratis yang menyentuh akar kehidupan masyarakat bisa dipandang sebagai suatu langkah kembali kedasar teori dan praktik demokrasi itu sendiri. Peran serta langsung masyarakat sesungguhnya adalah dasar bagi terpeliharanya kehidupan bermasyarakat yang baik.

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Juli Tahun 2014, di mana sistem pemilihan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (selanjutnya disebut UUD NRI Tahun 1945). Dari regulasi ini merupakan dasar pelaksanaan pemilu yang dilaksanakan selama 5 tahun sekali dengan cara dipilih secara “langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil oleh rakyat sebab Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama 5 (lima) tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan.

Untuk mewujudkan pemilu yang demokratis sangat dibutuhkan sebuah lembaga negara yang menjadi penyelenggara pemilu. Penyelenggara yang dimaksud terdiri dari Komisi Pemilihan Umum (selanjutnya disingkat KPU), Badan Pengawas Pemilu (selanjutnya disingkat BAWASLU), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (selanjutnya disingkat DKPP) sebagai satu kesatuan fungsi penyelenggaraan pemilu untuk “memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat, serta untuk memilih Gubernur, Bupati, dan Walikota secara demokratis.

Pasal 42 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menjelaskan bahwa PPK dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya yaitu “membantu KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, daftar pemilih sementara,  dan daftar pemilih tetap, dan harus mampu melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang PPK kepada masyarakat. Terkait dengan sosialiasasi tersebut PPK telah berperan untuk selalu memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemilu itu sendiri.

Dalam tataran praktis di Indonesia tidak terkecuali di Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu legislatif tahun 2014 sebagaimana data yang dirilis oleh KPU Daerah Parigi Moutong yang mana jumlah DPT sebanyak 11.295 orang sementara jumlah pengguna hak pilih sebanyak 8.570 orang, dengan demikian jumlah angka golput sebanyak 2.725 orang. Angka golput ini relatif lebih sedikit dibanding dengan pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 yang jarak waktu pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan dua bulan setelah dilaksanakannya pemilu legislatif, dapat kita lihat di mana jumlah DPT sebanyak 11.369 orang, sementara yang menggunakan hak pilinya hanya mencapai 8.379 orang, dengan demikian yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 2.990 orang. Jika dibandingkan dengan partisipasi masyarakat dalam pemilu legislatif tahun 2014 dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 legislatif dapat dikatakan sangat rendah, artinya jumlah angka golput pada pemilu Presiden dan Wakil Presiden meningkat dari jumlah 2.725 menjadi 2.990 orang .

Bertolak dari uraian dalam latar belakang masalah sebagaimana dikemukakan di atas, maka penulis dapat merumuskan pokok-pokok permasalahan yang akan dikaji dalam tulisan ini sebagai berikut : 1). Bagaimana peranan PPK dalam meningkatan partisipasi masyarakat  memilih pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 di kecamatan Bolano ?­­­­­­ 2). Faktor apakah yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat memilih pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 di kecamatan Bolano?

Nama : Hasbar