Pengaruh Komunikasi Terhadap Semangat Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah

, , Leave a comment

Dalam masyarakat yang semakin berkembang, manusia senantiasa  mempunyai kedudukan yang semakin penting, karena manusia merupakan salah satu faktor subyek utama bagi suatu organisasi yang baru untuk menghasilkan suatu produk baik berupa barang atau jasa. Keberhasilan kepemimpinan di dalam kehidupan organisasi ditentukan oleh tinggi rendahnya kinerja karyawan. Sedangkan kinerja karyawan berhubungan dengan komunikasi.

Semangat kerja adalah menunjukkan sejauh mana karyawan bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya didalam perusahaan. Dalam perusahaan karyawan merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting. Karyawan berfungsi sebagai pelaksana dalam mencapai tujuan perusahaan, bahkan fasilitas kerja yang berupa mesin-mesin atau peralatan canggih pun memerlukan tenaga kerja sebagai operatornya.

Dengan menggunakan berbagai fasilitas kerja tersebut, karyawan dapat melakukan setiap pekerjaan dengan lebih baik untuk meningkatkan semangat kerja. Semangat kerja karyawan dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, dan produktivitas. Semangat kerja yang tinggi dapat di dukung oleh komunikasi yang baik, bagaimana karyawan berinteraksi, menyampaikan informasi, bertukar gagasan, baik antara atasan ke bawahan maupun sebaliknya, antara karyawan dengan karyawan, maupun karyawan pada satu bagian ke bagian lainnya.

Dari pembahasan di atas tersebut terlihat jelas bahwa komunikasi dalam organisai merupakan salah satu unsur yang sangat penting demi terciptanya tujuan perusahaan. Komunikasi dalam organisasi atau disebut juga komunikasi manajemen meliputi dua bagian berdasarkan tempat di mana khalayak sasaran berada, yaitu Komunikasi Internal (Internal Communication) untuk khalayak anggota organisasi dan Komunikasi Eksternal (External Communication) untuk khalayak di luar anggota organisasi.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah merupakan organisasi dibawah Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Organisasi ini pada awalnya bernama Biro Bina Kependudukan dan Lingkungan Hidup 1982 dan Pada tahun 1993, Biro Bina Kependudukan dan Lingkungan Hidup berganti nama  dan menjadi Biro Bina Lingkungan Hidup.

Pada tahun 1996  nama Biro Bina Lingkungan Hidup berubah lagi menjadi Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah mengalami perubahan nama, yaitu Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Terdapat jumlah pegawai 51 orang yang terdiri pegawai laki – laki dan perempuan.

Dengan hasil observasi yang penulis lakukan di lokasi penelitian, terdapat fenomena mendasar yang penulis temukan yaitu: 1). Masih terdapat pegawai yang melaksanakan tugasnya kurang profesional, seperti masih adanya pegawai yang hadir terlambat pada waktu  yang telah di tetapkan dan pada jam kerja. 2). Pegawai tidak pada posisinya dengan alasan yang tidak jelas, dan pulang kerja sebelum waktu yang ditentukan. Hal ini juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan. 3). Kurangnya komunikasi yang baik antar pegawai dan pimpinan.

Nama : Ni Wayan Yuliastini