Review New Regionalism The Second Wave: Towards a Framework for Comparative Regionalism

, , Leave a comment

Pada regionalisme baru tidak lagi berfokus pada pertahanan seperti yang terjadi pada old regionalism atau regionalisme lama, namun pada regionalisme baru ekonomi-politik menjadi fokus utama yang menekankan pada para aktor regionalisme dalam halini negara saling bekerja sama dalam bidang ekonomi. Globalisasi karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi alasan utama mengapa liberalisasi ekonomi harus diadopsi oleh negara-negara untuk memajukan regional mereka dan juga untuk menghindari konflik serta sifat anarki.

Untuk itu dilakukanlah kerja sama ekonomi-politik untuk memunculkan ketergantungan global sehingga negara-negara yang dulunya berfokus pada pertahanan keamanan seperti yang terjadi pada gelombang pertama dapat memajukan regionnya dalam bidang ekonomi dan agar lebih siap menghadapi globalisasi. Teori regionalisme baru sudah pindah dari fokus pada pertanyaan seputar negara, kedaulatan dan dilema keamanan yang ditandai begitu banyak firstwave berteori.

Memang, mereka menawarkan kesempatan menarik untuk menghindari beberapa masalah karakteristik pendekatan tradisional atau gelombang pertama. Pendukung dan pelopor regionalisme baru, seperti Björn Hettne dan Frederick Söderbaum (2002, hal. 33), menekankan perlunya untuk kerangka yang lebih luas untuk analisis dan pemahaman daerah dan proses regional, mengambil tidak hanya politik dan faktor ekonomi diperhitungkan, tetapi juga pengaruh aspek sosial budaya, sementara menempatkan perkembangan regional dalam konteks internasional yang lebih luas.

Penulis : Ushamah Kalalla