Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usaha Petani Garam Di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan potensi sumberdaya kelautan baik hayati maupun non hayati yang sangat besar. Salah satu kekayaan sumber daya kelautan non hayati yang dimiliki Indonesia adalah garam. Sebagai negara maritim dengan wilayah yang sebagian besar merupakan lautan, Indonesia mempunyai banyak potensi ekonomi yang bersumber dari kekayaan laut ironisnya Indonesia masih menjadi importir garam yang cukup besar terutama pada garam beryodium dan garam Industri (Soekartiwi, 2010).

Garam merupakan komoditi strategis sebagai bahan baku Industri dan bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, Tetapi dewasa ini keadaan usaha petani garam sebagaimana kehidupan pada masyarakat pesisir umumnya, Menghadapi berbagai permasalahan yang menyebabkan kemiskinan. Mereka menggantungkan hidupnya dari pemanfaatan sumberdaya laut dan pantai yang membutuhkan Investasi besar dan sangat bergantung pada Iklim yang ada. Iklim dan cuaca yang seringkali berubah, Akan berakibat fatal bagi petani garam dimana mekanisme harga dan pasar garam yang cenderung tidak berpihak akan menjadikan usaha petani garam ini dilingkupi dengan resiko yang besar yang nantinya akan mendatangkan kerugian bagi petani garam di Indonesia (Widodo dan Ihsannudin, 2010).

Kelurahan Talise adalah daerah penghasil garam di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, Yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian yang di arahkan untuk peningkatan pendapatan dan produksi. Penelitian memandang bahwa permasalahan yang dihadapi petani garam dengan adanya perubahan iklim global yang mengakibatkan penurunan produktivitas garam, teknologi masih cukup sederhana menjadikan produksi berkualitas rendah sehingga sangat peka terhadap goncangan pasar, Terbatasnya infrastruktur dan fasilitas produksi serta regulasi yang tidak berpihak ke petani mengakibatkan lemahnya sistem tataniaga yang kurang menguntungkan penggaram, Sisi permodalan kurangmendukung, sehingga petani garam terjerat pada tengkulak atau juragan yang menghargai garamnya di bawah standar nasional sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan yang menyebabkan penurunan kesejahteraan para petani garam di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

Sumber mata pencarian masyarakat petani yang ada di bibir pantai selain nelayan adalah petani garam di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu mengungkapkan serta menjelaskan bahwa tingkat produksi garam saat ini cendrung menurun dari produksinya hingga harga jual tidak seimbang sehingga ekonomi pelaku usaha petani garam sangat di rugikan di harapkan peran pemerintah kota palu dapat meningkatkan sumber ekonomi di bidang usaha penggaraman dapat memberikan solusi bagi usaha petani garam di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang 1) Pendapatan Usaha Petani Garam di kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu dan 2) Kelayakan Usaha Petani Garam di kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu?

Nama : Koharno