Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Sayuran Organik Di CV. Rahayu Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi

Pembangunan pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional (pro growth),  penciptaan lapangan kerja bagi penduduk pedesaan (pro job) dan pengurangan kemiskinan (pro poor). Pembangunan pertanian yang dicapai melalui upaya peningkatan pendapatan, produksi, produktivitas usahataninya (Rusmono, 2010). Oleh karena itu, pemerintah berusaha lebih memperhatikan sektor pertanian. Hal ini terlihat dengan berbagai program yang ditunjukkan untuk memacu sektor pertanian seperti KUT (Kredit Usaha Tani), hortikultura, KUT Pangan, diterjukannya sarjana penggerak pembangunan pertanian, dan pemberdayaan  masyarakat di pedesaan (Yustika, 2005).

Produk organik di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Perkembangan produk organik tidak terlepas juga dari tuntutan pasar global terhadap produk-produk pertanian diantaranya memenuhi keamanan untuk dikonsumsi, memenuhi nutrisi yang tinggi dan ramah lingkungan. Perkembangan produk organik khususnya sayuran organik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Pada tahun 2011 jumlah produksi sayuran organik berjumlah 145.446 ton/tahun, lalu pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 224.300 ton/tahun, sampai pada tahun 2013 produksi sayuran organik terus mengalami peningkatan hingga 307.471 ton/tahun. Pada tahun 2014 jumlah produksi sayuran organik meningkat sebesar 395.139 ton/tahun hingga pada tahun 2015 produksi sayuran organik sebesar 457.490 ton/tahun dan 2016 jumlah produksi akan sayuran organik terus mengalami peningkatan sebesar 525.170 ton/tahun (SPOI, 2017).

Perkembangan pertanian organik khususnya Sulawesi Tengah belum begitu dikenal masyarakat luas, salah satu penyebabnya adalah rendahnya kemampuan dan pengetahuan para petani mengenai cara-cara bertani produk organik. Teknik- teknik khusus sangat diperlukan dalam pembudidayaan sayur organik. Dimulai dari penanaman sayur organik, produksi sayur organik dan pemasaran produk sayur pertanian organik tidak semudah memasarkan produk non organik, dikarenakan tidak semua supermarket atau toko-toko yang menjual produk organik (Pracaya, 2007). Tanaman sayur-sayuran di Sulawesi Tengah yang tercatat perkembangannya adalah sejumlah sembilan belas jenis tanaman, mulai dai bawang daun, kentang, kangkung, bayam, dan lainnya. Tahun 2014, dari sembilan belas jenis tanaman sayuran-sayuran tersebut, yang memiliki produksi terbesar adalah sayuran jenis tomat yang mencapai 10.731 ton, dengan luas areal panen yang tercatat seluas 2.137 ha. Menurut produktivitasnya, dari sembilan belas jenis tanaman sayuran-sayuran tersebut, yang memiliki produktivitas terbesar yaitu tanaman kubis dengan 235,74 kw/ha (BPS, 2015).

Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat berperan dalam pembangunan daerah Kabupaten Sigi. Subsektor pertanian yang paling menonjol di Kabupaten Sigi terutama Kecamatan Sigi Biromaru yaitu tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Kecamatan Sigi Biromaru sendiri merupakan penyumbang produksi sayur-sayuran terbanyak di Kabupaten Sigi. Kecamatan Sigi Biromaru sendiri terdiri dari tujuh belas desa, salah satu diantaranya yaitu Desa Sidera. Desa Sidera sendiri merupakan desa yang memiliki lahan pertanian cukup luas. Desa ini juga memiliki daerah  transmigrasi yang terletak di Dusun Bulupountu.

Di dusun ini banyak terdapat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan penghasil produk sayuran organik, salah satu perusahaan sayuran organik yang ada di Dusun Bulupountu Desa Sidera yaitu  perusahaan CV. Rahayu. CV. Rahayu mengusahakan kurang lebih dua puluh satu jenis komoditi sayuran organik. Dari dua puluh satu komoditi sayuran terdapat lima jenis sayuran yang memiliki permintaan tertinggi dan diunggulkan. Kelima jenis sayuran tersebut antara lain brokoli, selada, bayam merah, kangkung,dan sawi pakchoi. Secara umum, peningkatan produksi suatu usahatani dapat meningkatkan indikator keberhasilan dari usahatani yang bersangkutan, namun demikian tingginya produksi sayuran organik yang diperoleh per satu kali musim tanam belum menjamin tingginya pendapatan sayuran organik yang dipengaruhi oleh harga dan biaya-biaya penggunaan input usahatani. Besarnya produksi belum menjamin tingkat pendapatan. Dalam hubungan tersebut, maka perlu diadakan penelitian mengenai analisis pendapatan dan kelayakan usahatani sayuran organik (brokoli, selada, bayam merah, kangkung, dan sawi  pakchoi) di CV. Rahayu Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.

 

Nama : Nidaul