Analisis Persepsi Celebes Vapers Community Tentang Penggunaan Rokok Elektrik Di Kota Palu

Dengan semakin tinggi dan banyaknya masalah rokok yang ada di Indonesia, baru-baru ini muncul suatu trend di Indonesia yaitu penggunaan rokok elektrik. Rokok elektrik merupakan salah satu jenis rokok yang tengah menjadi fenomena baru dikalangan masyarakat Indonesia. Sebagai perangkat dan teknologi baru, rokok elektrik menarik dan membuat rasa ingin tahu pada masyarakat. Rokok elektrik di rancang untuk menghasilkan uap nikotin tanpa pembakaran tembakau dengan tetap memberikan sensasi merokok (Indrawati, 2016).

Di Indonesia, belakangan ini sudah mulai ada yang mengkonsumsi rokok elektrik, baik sekedar untuk meningkatkan popularitas atau mengikuti trend di era globalisasi serta gaya hidup remaja yang dipengaruhi oleh gemerlapnya kota besar yang glamor agar terlihat mengikuti perkembangan zaman serta dianggap ada oleh orang disekitarnya. Rokok elektrik mendapat hati dikalangan remaja Indonesia khususnya kota-kota besar karena dengan mudahnya orang mendapatkan rokok elektrik dipusat perbelanjaan, took online, bahkan beberapa kios kecil.

Vapor yang paling banyak diminati oleh konsumen di Indonesia pada tahun 2016 sampai tahun 2017. Harga setiap merek berbeda, berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dilihat dari segi harga vapor di klaim lebih murah dari rokok konvensional, tetapi untuk modal awal harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Setelah memiliki alat, konsumen hanya mengeluarkan uang untuk biaya perawatan alat dan membeli liquid dengan harga berkisar Rp 100.000 (Arifin, 2017).

Saat ini WHO sedang memerangi epidemic tembakau dengan berbagai strategi, salah satunya adalah berhenti merokok dengan menggunakan terapi pengganti nikotin (NRT) seperti permen karet, tablet hisap, inhaler dan semprot hidung. Sebuah rokok elektrik atau e-rokok adalah inhaler berbasis baterai yang memberikan nikotin yang disebut oleh WHO sebagai system pengiriman elektrik nikotin (Tanuwihardja and Susanto 2012).

Rokok elektrik dianggap sebagai alat yang mampu menghentikan perokok tembakau, namun hal ini perlu mendapat perhatian lebih dari advokat kesehatan masyarakat karena masih butuh kejelasan antara alat berhenti merokok atau gerbang baru untuk memulai merokok tembakau. Namun, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa rokok elektrik bermanfaat untuk kesehatan dan sebagai langkah awal seseorang berhenti merokok (Istiqomah, Cahyo et al. 2016).

Nama : Moh Rusdi R.A Rahman