Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Palu

Pendidikan Nasional Indonesia yang berdasarkan Pancasila bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI Nomor 20 Tahun 2003).

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah termasuk meningkatkan kemampuan pegawai tata usaha sekolah. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.

Oleh karena itu sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan global, pendidikan di Indonesia  mengalami  dua  perubahan  yang  sangat  mendasar.  Pertama,  penerapan  konsep manajemen berbasis sekolah. Dengan penerapan konsep ini, penyelenggaraan pendidikan di sekolah diharapkan akan lebih demokratis, dan pengelolaan serta pembinaan sekolah dapat disesuaikan dengan kondisi, tuntutan lingkungan masyarakat, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing sekolah. Kedua, perubahan kurikulum, dari kurikulum yang memberikan penekanan pada materi kepada kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum ini menekankan bahwa proses pembelajaran didasarkan pada kompetensi tertentu yang harus dicapai melalui proses pembelajaran. Kurikulum berbasis kompetensi ini bertumpu pada kompetensi dasar, yang harus dikuasai oleh siswa pada setiap tingkat kelas dan sekolah. Dengan demikian, penyelenggaraan proses pembelajaran diharapkan benar-benar dapat menjamin terkuasainya kompetensi oleh siswa, sesuai dengan konteks lingkungannya.

Dalam mengelola organisasi sekolah, kepala sekolah dapat menekankan salah satu gaya kepemimpinan yang ada. Gaya kepemimpinan mana yang paling tepat diterapkan    masih menjadi pertanyaan. Karakteristik sekolah sebagai organisasi pendidikan akan berpengaruh terhadap keefektifan gaya kepemimpinan yang diterapkan. Sebuah organisasi    hanya akan bergerak jika kepemimpinan yang ada di dalamnya berhasil dan efektif. Gaya kepemimpinan banyak mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya.

Realitas di lapangan khususnya pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Palu menunjukkan  penerapan  kepemimpinan  kepala  sekolah  belum  optimal,  hal  ini  ditandai dengan kondisi sekolah, tugas rutin guru dan pegawai tata usaha, ketertiban, disiplin dan kebersihan sekolah belum terlaksana dengan baik. Hal inilah pada akhirnya menunjukkan gaya kepemimpinan kepala sekolah tentunya akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan sekolah. Keberhasilan Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Palu tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dengan menerapkan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat dan berorientasi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Palu.

Olehnya berdasarkan realitas tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Palu”.

Nama : Farasnaini