Hubungan Kondisi Fisik Air Bersih Dan Kepemilikan Jamban Dengan Penyakit Diare Di Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli

World Health Organization/WHO (2013), menyatakan bahwa lebih dari dua ribu anak meninggal karena diare setiap harinya. Angka ini lebih banyak dari gabungan angka kematian oleh AIDS, Malaria dan campak. Diare menjadi penyebab lebih dari delapan ratus ribu kematian anak setiap tahunnya, Menurut data yang disajikan oleh WHO terdapat sekitar 1,7 miliar kasus diare pertahun. Di negara berkembang, anak-anak yang berada pada usia dibawah 3 tahun, umumnya mengalami episode diare sebanyak 3 kali per tahun pada setiap episodenya, nutrisi untuk tumbuh kembang anak-anak hilang akibat diare, oleh sebab itu diare merupakan penyebab utama malnutrisi pada anak.

Di Sulawesi Tengah tahun 2015, target penemuan kasus diare yaitu 61.561 kasus. Berdasarkan laporan bulanan program Diare menurut Kabupaten/Kota tahun 2015, jumlah kasus Diare yang ditangani di sarana kesehatan adalah sebanyak 55.211 kasus dengan persentase yaitu 89,7 %. Secara keseluruhan, poporsi kasus diare dominan pada jenis kelamin Perempuan (92,2%) dari pada jenis kelamin laki-laki (88,9%). persentase kasus diare, dari 13 kabupaten/kota hanya ada 4 kabupaten yang mencapai target bahkan melebih tagel indikator program diare yaitu di atas 100 %, 4 kabupaten yang mencapai target adalah Buol 157%, Morowali 146%, Toli-toli 126% dan poso 109%. Sedangkan dari 9 kabupaten yang tidak mencapai target, ada 4 kabupaten yang cakupanny terendah yaitu Kabupaten Banggai Kepulauan 40%, Kabupaten Banggai Laut 40%, Kabupaten Banggai 65% dan Kabupaten Morowali Utara 68% (Dinkes Provinsi Sulawesi tengah, 2015).

Berdasarkan data yang di peroleh dari dinas kesehatan kabupaten tolitoli pada tahun 2015 penduduk berisiko berjumlah 47.211 sedangkan pada tahun 2016 penduduk berisiko berjumlah 48.337 sampai juli 2017 penduduk berisiko berjumlah 1.175. Jadi penduduk berisiko berjumlah 107.298 dan penemuan penderita diare di kabupaten tolitoli 3.227 penderita (Dinkes kabupaten tolitoli, 2017).

Berdasarkan data dari Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli bahwa desa Tinigi merupakan desa yang penyakit diare yang paling tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Galang di Kabupaten Tolitoli. Tahun 2017 penderita diare sebanyak 1.451 penderita di wilayah kerja Puskesmas Galang di Kabupaten Tolitoli. Desa Tinigi 213 penderita, desa Lalos 125 penderita, desa Ogomoli 123 penderita, desa Ginunggung 122 penderita, desa Lakatan 115 penderita, desa Tende 106 penderita, desa Sandana 105 penderita, desa Kalangkangan 93 penderita, desa Lantapan 86 penderita, desa Malangga 84 penderita, desa Aung 79 penderita, desa Bajugan 78 penderita, desa Kinopasan 70 penderita, dan desa Sabang 52 penderita. Cakupan wilayah kerja Puskesmas Galang termasuk diantaranya yaitu di desa Tinigi. Inilah yang harus menjadi kewaspadaan penyediaan kondisi fisik air bersih dan kepemilikan jamban akibat terjadinya penyakit diare (Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli, 2017).

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Kondisi Fisik Air Bersih dan Kepemilikan Jamban dengan Penyakit Diare di Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli.

Nama : Syitti Sarah A. Saleh