Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dengan Penyakit Diare Di Kelurahan Nalu Kecematan Baolan Kabupaten Tolitoli

Menurut WHO (World Health Organization), lebih dari dua ribu anak meninggal karena diare setiap harinya. Angka ini lebih banyak dari gabungan angka kematian oleh AIDS, Malaria dan campak. Diare menjadi penyebab lebih dari delapan ratus ribu kematian anak setiap tahunnya, Menurut data yang disajikan oleh WHO terdapat sekitar 1,7 miliar kasus diare pertahun.

Di negara berkembang, anak-anak yang berada pada usia dibawah 3 tahun, umumnya mengalami episode diare sebanyak 3 kali per tahun Pada setiap episodenya, nutrisi untuk tumbuh kembang anak-anak hilang akibat diare, oleh sebab itu diare merupakan penyebab utama malnutrisi pada anak (Ilham Setiawan,dkk 2016).

Saat ini morbiditas (angka kesakitan) diare di Indonesia mencapai 195 per 1000 penduduk dan angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara di Asean. Diare juga masih merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Walaupun angka mortalitasnya telah menurun tajam, tetapi angka morbiditas masih cukup tinggi Penanganan diare yang dilakukan secara baik selama ini membuat angka kematian akibat diare dalam 20 tahun terakhir menurun tajam. Walaupun angka kematian sudah menurun tetapi angka kesakitan masih cukup tinggi (Syifa medika,2015).

Berdasarkan data yang di peroleh dari dinas kesehatan kabupaten tolitoli pada tahun 2015 penduduk berisiko berjumlah 47,211 sedangkan pada tahun 2016 penduduk berisiko berjumlah 48,337 sampai dengan juli 2017 penduduk berisiko berjumlah 1,175. Jadi penduduk berisiko berjumlah 107.298 dan penemuan penderita diare di kabupaten tolitoli 3,227 penderita (Dinkes kabupaten tolitoli,2017).

Nama : Ulfayanti