Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Narapidana Dengan Pengggunaan Narkoba Di Lembaga Permasyarakatan Klass Iib Kabupaten Tolitoli

Saat ini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapatkan narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa di sekolah, diskotik, tempat prostitusi, tempat-tempat perkumpulan genk, dan lain-lain. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, masyarakat, dan pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu merajalela (Arista KD, 2014). Dampak dari kasus penggunaan narkoba sangatlah merugikan bagi semuanya baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Dampak penyalahgunaan narkoba yang paling utama yaitu bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian (Dewi A, 2015). Hal yang perlu diperhatikan dalam kasus penyalahgunaan narkoba yaitu deteksi sedini mungkin anak yang menyalahgunakan narkoba, konseling atau memberikan penyuluhan tentang dampak yang akan ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba, dan memberikan bimbingan secara khusus kepada anak yang yang sudah terlanjur menggunakan narkoba (Rio, 2012).

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sampai ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa 50% penghuni LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan) disebabkan oleh kasus narkoba. Berita criminal di media massa, baik media cetak maupun elektronik dipenuhi oleh berita tentang penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkotika dan bahan adiktif (Narkoba) di Indonesia merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan. Terutama pada remaja-remaja saat ini yang makin dekat dengan narkoba. Karena posisi Indonesia sekarang ini tidak hanya sebagai daerah transit maupun pemasaran narkotika, psikotropika dan zat adiktif, melainkan sudah menjadi daerah produsen narkotika, psikotropika dan zat adiktif ( Asni M, Dkk). Provinsi Sulawesi Tengah, berdasarkan data BNN (2013), menempati urutan ke 7 penyalahgunaan Narkotika dari 33 provinsi yang ada di Indonesia dengan 45.263 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Penyalahgunaan tersebut tidak saja dilakukan oleh masyarakat umum namun juga dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi calon penerus kepemimpinan bangsa dimasa yang akan datang (Hamdan R, 2015).

Menurut data dari lembaga permasyarakatan Klass IIB Kabupaten Tolitoli (2017), terdapat 223 orang jumlah seluruh warga binaan lembaga permasyarakatan klass IIB Kabupaten Tolitoli, yang terdiri dari 201 orang pria dan 22 orang wanita. Dan jumlah narapidana dalam kasus penyalahgunaan narkoba yaitu berjumlah 74 orang yang terdiri dari 66 orang pria dan 8 orang wanita (Haikal, 2017).

Banyaknya kasus yang terjadi menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran yang sangat besar bagi semua pihak termasuk para pendidik, pemerintah, dan orang tua. Penyalahgunaan narkoba merupakan sesuatu yang sangat berbahaya karena dapat merusak semua dimensi yang cakupannya luas dan kompleks seperti dimensi sosial budaya, politik, dan ekonomi (Arista KD, 2014). Semakin banyaknya permasalahan penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat Kabupaten Tolitoli sehingga meningkatkan jumlah narapidana penyalahgunaan narkoba di Lembaga Permasyarakatan Kabupaten Tolitoli oleh karena itu peneliti ingin mengambil narapidana sebagai objek dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Narapidana dengan Pengggunaan Narkoba Di Lembaga Permasyarakatan Klass IIB Kabupaten Tolitoli.

Nama : Nur Aziza Al Idrus