Kinerja Petugas Pengamat Irigasi Daerah Irigasi Malonas Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah menekankan pemberian kewenangan yang luas kepada pemerintah daerah agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan mereka, menjamin proses demokratisasi, perlindungan hak dan jaminan kehidupan lainnya. Pemberian kewenangan di dalam era tersebut lebih di dasarkan pada tuntutan akutabilitas publik, yaitu tanggungjawab pemerintah terhadap masyarakat yang seharusnya dilayani. Perwujudan dan komitmen yang nyata dari akuntabilitas publik tersebut hanya ditunjukkan dalam bentuk kinerja, termasuk di dalamnya kinerja institusi dan aparat pemerintah.

Kinerja yang dimaksud di sini adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang diemban yang dapat ditunjukkan, baik secara kualitas maupun kuantitas sebagaimana dikemukakan oleh Magkunegara (2001;67) bahwa “kinerja atau prestasi kerja sesungguhnya adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesui dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya”.

Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atau pelaksanaan tugas tertentu  (Simanjuntak, 2005:1). Kinerja adalah penampilan hasil kerja personil maupun dalam suatu organisasi, penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi ( Ilyas, 1999:99),  .

Kinerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, kemampuan, motivasi, dukungan yang diterima, keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan hubungan mereka dalam organisasi (Mathis dan Jakson dalam Khaerul Umam, 2010:189). Selain itu, faktor yang dapat mempengaruhi kinerja adalah kemampuan, motivasi dan sikap mental (Mangkunegara, 2006: 13). Untuk mengetahui kinerja seseorang atau organisasi perlu diadakan pengukuran kinerja.

Oleh karena itu menurut Keban (2008;210) aspek yang ditekankan adalah catatan tentangh ouitcome atau hasil akhir yang diperoleh setelah suatu pekerjaan atau aktivitas dijalankan selama kurun waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja hanya mengacu pada serangkaian “hasil” yang diperoleh seorang pegawai selama periode tertentu dan tidak termasuk karakteristik pribadi pegawai yang dinilai.

Sehubungan dengan masalah kinerja tersebut, kinerja petugas Pengamat Irigasi Daerah Irigasi Malonas Kecamatan Dampelas merupakan salah satu tema yang menarik untuk diteliti. Hal tersebut disebabkan keberadaannya yang sangat penting bagi kehidupan orang banyak, khususnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani di wilayah Kecamatan Dampelas. Pekerjaan utama petugas pengamat irigasi daerah irigasi Malonas adalah mendistribusi/mensuplai air irigasi ke sawah-sawah dan ladang penduduk.

Perlu diketahui bahwa mayoritas penduduk di wilayah Kecamatan Dampelas berprofesi sebagai petani sehingga petugas pengamaat irigasi daerah irigasi Malonas dituntut bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat petani tersebut, khususnya menyuplai air ke sawah-sawah penduduk secara bertanggungjawab, disiplin, serta mampu berinovasi untuk mengatasi kendala-kendala yang mungkin muncul di dalam kegiatan pendistribusian air tersebut.

Di sini, petugas pengamat irigasi daerah irigasi Malonas dituntut bekerja disiplin dan penuh tanggungjawab. Selain itu, mereka juga harus kreatif dalam menemukan cara mengatasi kendala  yang muncul dalam menjalankan tugas. Misalnya, kemampuan dalam mengatasi kurangnya ketersediaan  air dalam irigasi. Sebab, berdasarkan pengamatan penulis selama ini, salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petugas pengamat irigasi daerah irigasi Malonas adalah volume air yang tersedia dalam waktu-waktu tertentu kadang-kadang tidak mencukpi untuk mengairi semua sawah penduduk secara merata. Sehingga kadang-kadang ada sawah petani yang terlambat mendapatkan suplai air.

Disinilah kinerja petugasi pengamat irigasi daerah irigasi malonas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat petani akan diuji. Apakah mereka mampu menjalankan tugas pekerjaan dengan baik, sekalipun pekerjaan tersebut tergolong berat. Sebab, mereka harus melayani masyarakat petani dalam jumlah yang banyak. Mereka harus senantiasa menjaga dan memastikan ketersediaan air irigasi ketika dibutuhkan oleh petani, memastikan bahwa air irigasi tersuplai tepat waktu, dan memastikan bahwa semua petani mendapatkan suplai air yang merata. Mereka tidak boleh membiarkan jika terjadi kekurangan air irigasi yang dapat menghambat aktivitas petani.

Berdasarkan pada latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian untuk melihat bagiaman kinerja petugas pengamat irigasi Daerah Irigasi Malonas dalam melayani masyarakat, khususnya masyarakat petani terkait dengan suplai air irigasi. Selain itu, penulis ingin melihat apakah ada kendala yang dihadapi pegawai pengamat irigasi Daerah Irigasi Malonas dalam menjalankan tugasnya.

Nama : Ardin