Kontradisksi Pandangan Tentang Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan Di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur Dalam Tinjauan Pendidikan Islam

 Masyarakat terbentuk melalui sejarah yang panjang, perjalanan berliku, tapak demi tapak. Pada titik-titik tertentu terdapat peninggalan-peninggalan yang eksis atau terekan sampai sekarang yang kemudian menjadi warisan budaya. Warisan budaya diartikan sebagai produk atau hasil budaya fisik dari tradisitradisi yang berbeda dan prestasi-prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu yang menjadi elemen pokok dalam jati diri suatu kelompok atau bangsa.

Tradisi menyambut Ramadhan merupakan sesuatu yang sudah dilaksanakan sejak lama dan terus menjadi bagian dari kehiduap suatu kelompok masyarakat, seringkali dilakukan oleh suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.

Tradisi yang baik memberikan makna dalam kehidupan manusia yang bisa memberikan penjelasan secara meyakinkan, serta paling komprehensif tentang realitas, tragedi sosial dan penderitaan atau rasa ketidakadilan. Memahami agama sebagai gejala kebudayaan tentu bersifat kontekstual, yakni memahami fenomena keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sosial kultural.

Tradisi dari sudut aspek benda materialnya adalah benda material yang menunjukkan dan mengingatkan hubungan khususnya dengan kehidupan masa lalu. Misalnya adalah candi, puing kuno, kereta kencana, beberapa benda-benda peninggalan lainnya, jelas termasuk ke dalam pengertian tradisi

Tradisi yang ada pada masyarakat memiliki tujuan supaya hidup manusia kaya akan budaya dan nilai-nilai bersejarah. Selain itu, tradisi juga akan membuat kehidupan menjadi harmonis. Tetapi hal ini akan terwujud jika manusia menghargai, menghormati dan menjalankan suatu tradisi dengan baik dan benar dan juga sesuai dengan aturan.

Tradisi menyiapkan sajian adalah kebiasaan masyarakat. Warisan budaya di Morowali sebagai produk budaya fisik dari tradisi tradisi nenek moyang sebagai spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu yang menjadi elemen pokok dalam jati diri masyarakat morowali. Warisan budaya tersebut merupakan hasil budaya dan nilai budaya dari masa lalu.

Berdasarkan hal itu penulis mencoba untuk menelusuri kontradiksi pandangan tentang tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur dalam tinjauan pendidikan Islam, judul ini berkenaan dengan budaya yang berada di daerah penulis dengan maksud untuk melihat apakah pelaksanaan tradisi menyambut bulan Ramadhan di Desa Nambo Kecamatan Bungku Timur bertentangan dengan ajaran Islam dan mempunyai manfaat atau tidak.

Nama : Minarsih