Manajemen Ketersediaan Bahan Baku Agroindustri Tahu Kota Palu (Studi Kasus Pada Ukm Mitra Cemangi)

Agroindustri memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan pertanian. Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya dalam hal meningkatkan pendapatan pelaku agribisnis, menyerap tenaga kerja, meningkatkan perolehan devisa, dan mendorong tumbuhnya industri lain. Meskipun peranan agroindustri sangat penting, pembangunan agroindustri masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Agroindustri merupakan suatu bentuk kegiatan atau aktifitas yang mengolah bahan baku yang berasal dari tanaman maupun hewan.  Mendefinisikan agroindustri dalam dua hal, yaitu pertama agroindustri sebagai industri yang berbahan baku utama dari produk pertanian dan kedua agroindustri sebagai suatu tahapan pembangunan sebagai kelanjutan dari pembangunan pertanian tetapi sebelum tahapan pembangunan tersebut mencapai tahapan pembangunan industri (Soekartawi, 2011).

Bahan baku merupakan salah satu faktor yang sangat vital bagi berlangsungnya suatu proses produksi. Persediaan bahan baku yang melebihi kebutuhan akan menimbulkan biaya ekstra atau biaya simpanan yang tinggi, sedangkan jumlah persediaan yang terlalu sedikit akan menimbulkan kerugian yaitu terganggunya proses produksi dan juga berakibat hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan apabila ternyata permintaan pada kondisi yang sebenarnya melebihi permintaan yang diperkirakan.

Tahu sebagai salah satu makanan dari olahan kedelai yang terus berinovasi. Mulai dari gorengan tahu yang dijual dipinggir jalan hingga digunakan pada menu-menu masakan di restoran besar. Masyarakat Indonesia kurang minat mengkonsumsi kacang kedelai langsung tanpa diolah, sehingga mereka lebih  menyukai produk olahannya yaitu tahu. Tahu adalah makanan tradisional yang mudah ditemukan yang terbuat dari kedelai yang banyak mengandung serat dan protein.

Di Kota Palu terdapat usaha yang mengolah kedelai menjadi tahu dan khusus di Kecamatan Tatanga terdapat 3 industri yang mengolah kedelai menjadi tahu, salah satunya yaitu Industri Tahu Mitra Cemangi yang sudah beroperasi sejak tahun 2009. Industri Tahu Mitra Cemangi merupakan industri yang bergerak di bidang pengolahan bahan baku kedelai yang terletak di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga Kota Palu Sulawesi Tengah. Salah satu faktor penting dalam perusahaan yaitu persediaan bahan baku sebagai sumber utama dalam melakukan produksi yang harus terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Pemilihan jenis kedelai ini atas pertimbagan bahwa kedelai ini memiliki sifat yang tahan dan tidak muda rusak apabila disimpan dalam gudang dalam waktu yang cukup lama, biasanya mampu bertahan hingga 6 bulan.  Pemesanan bahan baku kedelai yang dilakukan oleh industri, seringkali tidak memenuhi kapasitas produksi karena keterlambatan pengiriman bahan baku kedelai yang mengakibatkan kurangnya produksi tahu yang akan berimbas pada kurangnya keuntungan yang diperoleh pelaku usaha (Navijanto, N. 2010).

Ketersediaan kedelai sebagai bahan baku industri harus senantiasa  memenuhi kapasitas pengolahan, baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinyuitas. Persediaan bahan baku yang tidak kontinyu akan berdampak pada kontinyuitas produk yang dihasilkan. Kegagalan pengendalian persediaan bahan baku akan menyebabkan kegagalan dalam memperoleh laba. Pengendalian persediaan jika tidak dilaksanakan, dikhawatirkan pada masa perusahaan kekurangan bahan baku maka akan berdampak pada hasil produksi atau bisa terjadi pemberhentian proses produksi dan tentunya berdampak pada pendapatan atau keuntungan perusahaan (Salim, 2012).

Pesediaan bahan baku yang dilakukan Industri Tahu Mitra Cemangi di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga Kota Palu Sulawesi Tengah belum optimal, dimana kadang terjadi kekurangan bahan baku kedelai selama 4-5 hari dalam sebulan, yang disebabkan oleh keterlambatan pengiriman dari Surabaya. Keterlambatan pengiriman bahan baku kedelai mengakibatkan kurangnya produksi tahu yang akan berimbas pada kurangnya keuntungan yang akan diperoleh pelaku usaha. Oleh karena itu, penting bagi Industri Tahu Mitra Cemangi mengadakan pengendalian persediaan untuk memperoleh tingkat persediaan yang optimal dengan menjaga keseimbangan antara biaya persediaan yang terlalu banyak dengan biaya persediaan yang terlalu sedikit.

Tahu Mitra Cemangi adalah salah satu industri yang bergerak dibidang agroindustri yang memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku dalam pembuatan Tahu. Salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan adalah persediaan bahan baku sebagai sumber utama dalam proses produksi. Pada Industri Tahu Mitra Cemangi produksi tahu merupakan pekerjaan yang terus dilakukan untuk memenuhi permintaan tiap bulannya.

Berdasarkan latar belang di atas maka peneliti tertarik untuk Mengetahui jumlah pembelian dan penggunaan kedelai optimal (Kg) yang dilakukan oleh Industri Tahu Mitra Cemangi, Untuk mengetahui total biaya persediaan bahan baku kedelai (Rp) yang dikeluarkan oleh Industri Tahu Mitra Cemangi, Untuk mengetahui jumlah persediaan pengaman (Safty Stock) kedelai (Kg) yang disediakan oleh Industri Tahu Mitra Cemangi, Untuk mengetahui waktu optimal pemesanan kembali bahan baku kedelai (Kg) pada Industri Tahu Mitra Cemangi agar tidak kehabisan stok bahan baku kedelai di gudang penyimpanan.

Nama : Kuat Wintolo