Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Permainan Kartu Kata Pada Anak Kelompok A PAUD Terpadu Qalbun Salim Kalukubula Kabupaten Sigi

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang diperuntukan bagi anak-anak sebelum memasuki pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar. Pendidikan anak usia dini sangat penting bagi anak, sebagai bekal persiapan pada jenjang pendidikan berikutnya.

Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan makna kepada orang lain  dan membangun interaksi antara individu satu  dengan lainnya. Usia 0-6 tahun merupakan usia emas  yaitu  masa peka yang hanya datang sekali. Masa peka adalah masa perkembangan anak dikembangkan secara optimal.

Usia 0-6 tahun merupakan usia emas (the golden age) yaitu masa pekayang hanya datang sekali. Masa peka adalah masa perkembangan anakdikembangkan secara optimal. Bloom menyatakan bahwa 80 % perkembanganmental, kecerdasan anak berlangsung pada usia dini (Depdiknas, 2007: 1).Usia perkembangan anak usia dini di Indonesia dalam rentang 0-6 tahundan termasuk dalam usia anak taman kanak-kanak. Pada usia dini harus sudahmengenal huruf saat keluar dari PAUD, sehingga saat memasuki sekolah dasar anaktidak mengalami kesuliatn untuk menguasai keterampilan membaca.

Kemampuan mengenal huruf adalah kemampuan anak dalam mengetahui atau mengenal dan memahami tanda-tanda aksara dalam tata tulis yang merupakan huruf-huruf abjad dalam melambangkan bunyi bahasa. Maimunah Hasan, (2009: 314). Mengatakan Pengenalan huruf sejak usia TK yang penting adalah metode pengajarannya melalui proses sosialisasi, dan metode pengajaran membaca tanpa membebani dengan kegiatan belajar yang menyenangkan.

Lebih lanjut Harun Rasyid dkk, (2009: 129). “Perkembangan kemampuan berbahasa pada anak usia dini dengan cara mulai mengenalkan nama dirinya atau nama benda yang ada disekitarnya, akan membantu anak secara cepat dalam mengenal huruf-huruf, kata-kata, dan suara. Melatih mengenal huruf menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan bahasa anak usia dini”.Sementara Tadkiroatun, (2009: 112).”Bermain untuk landasan membaca permulaananak usia 4-5 tahun dapat berupa pembacaan cerita bergambar dengan sedikittulisan, permainan acak huruf, permainan tata huruf, mencari label yang sama,menebak tulisan, membaca gambar, mencocokkan huruf, mencari huruf yangsama, permainan silabel, mengecap huruf, mengelompokkan huruf, mengenal huruf yang hilang, dan kegiatan lain yang memberi kesempatan anak mengenalsimbol utuh (dilengkapi dengan gambar dan warna permanen seperti label) maupun pasial (dalam bentuk guntingan kata)”.Sedangkan Wendi Kuswandi, (2011: 4). “Dalam pembelajaran membaca permulaan guru dapat menggunakan strategi bermain dengan memanfaatkan kartu-kartu huruf. Kartu-kartu huruf tersebut digunakan sebagai media dalam permainan menemukan kata.Siswa diajak bermain dengan menyusun huruf – huruf menjadi sebuah kata yang berdasarkan teka-teki atau soal-soal yang dibuat oleh guru.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengajaran mengenal huruf melalui media bermain kartu kata akan membuat anak lebih antusias dalam belajar. Siswa juga akan tertarik karena kartu yangdigunakan menggunakan huruf, warna, dan gambar yang menarik. Anak akan tertarik bermain dengan kartu kata. Dengan permainan ini secara tidak sadar anak akan belajar mengenal huruf dan kata sederhana tanpa disadari kalau dia sedang belajar membaca permulaan. Dengan kata lain anak melakukan kegiatan bermainsambil belajar atau belajar melalui bermain.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keberhasilan anak dalam pengenalan huruf ditentukan oleh cara belajar dan pengajaran yang digunakan serta harus sesuai dengan keadaan anak yang belajar untuk mengaktifkan pikiran dan pemahaman tentang manfaat dari apa yang dipelajari, sebab hasil belajar anak lebih disadari oleh faktor internal dan eksternal sehingga berdampak pada prestasinya kelak.

Nama : Salwanur