Meningkatkan Kreatifitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas Pada Kelompok B Di Paud Negeri Model Terpadu Madani

Pendidikan anak usia dini adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak dari lahir hingga enam tahun secara menyeluruh yang mencangkup aspek fisik dan nonfisik dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, rohani (moral dan spiritual), motorik, akal, pikiran, emosional dan sosial yang tepat agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pensisikan Nasional Bab 1 pasal 1, angka 14 menegaskan bahwa pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Hal ini dilakukan melalui memberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal 9 ayat 1 menyebutkan bahwa “setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajarn dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasanya sesuai dengan minat dan bakatnya.”. menggambar menjadi salah satu cara untuk mengembangkan bakat dan minat yang dapat dilukiskan atau disampaikan oleh anak usia dini dalam bentuk coretan dan goresan. Melalui menggambar ini anak diberi kesempatan dan kebebasan seluas-luasnya untuk menyampaikan gagasan, ide, keinginan maupun cita-citanya kelak melalui gambar atau coretan mereka.

Pada kenyataanya berdasarkan beberapa narasumber baik dari pengawas maupun para guru Taman Kanak-kanak yang bergabung dalam organisasi IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanan Indonesia) di kecamatan Tempel Kabupaten Sleman diyogyakarta pada pertemuan yang dilaksanakan pada hari senin 12 Maret 2012 menunjukan bahwa pada umumnya kreativitas tidak lagi dianggap penting.

Tuntutan orang tua serta syarat dalam memasuki jenjang pendidikan dasar (SD) menjadi dalih untuk anak pandai membaca dan berhitung tanpa melihat kemampuan anak yang seharusnya. Guru yang menekankan metode pembelajaran yang mengasah kecerdasan otak kiri saja yaitu membaca dan berhitung. Saat peneliti melakukan observase pada anak-anak kelompok B Di PAUD Negeri Model Terpadu Madani pada Tanggal 03 April 2017. Kreativitas anak  masih rendah bila dibandingkan dengan yang seharusnya. Anak kelompok B adalah Usia 5-6 Tahun yang pada umumnya senang bertanya, senang mencoba hal-hal baru. Namun kelas tersebut anak kuarang berani bertanya dan takut menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh guru. Disamping itu anak juga takut setiap diajak untuk bermain yang baru.

Kebebasan dalam menggambar bebas juga belum diterapkan, karena anak selalu mengikuti goresan maupun bentuk yang dicontohkan oleh guru. Selain itu anak masi selalu dibimbing dalam memilih warna, dengan cara anak secara bersama-sama disuruh memegang dan mengambil pensil sesuai dengan petunjuk guru, lalu mewarnai sesuai perintah dan contoh guru. Apabila anak menggambar dan mewarnai  tidak sesuai/berbeda dengan contoh akan mendapat teguran dari guru. Anak menjadi takut salah dan takut mencoba ketika guru meminta anak untuk mengerjakan sesuatu yang baru pada kegiatan selain menggambar.

Berdasarkan uraian di atas kegiatan menggambar diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menjadi tempat bagi anak untuk menuangkan ide/gagasan serta dapat meningkatkan kegiatan anak. Maka penulis melakukan penelitian tentang “ Meningkatkan kreativitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas  pada Anak Kelompok B  PAUD Negeri Model Terpadu Madani”.

Nama : Sulfiani