Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap pemahaman siswa di SMP IT Al-Fahmi Palu pada tahun 2018.

Pendidikan dalam arti sederhana sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan kebudayaan. Pengertian pendidikan tersebut menegaskan bahwa dalam pendidikan hendaknya tercipta sebuah wadah di mana peserta didik bisa secara aktif mempertajam dan memunculkan ke permukaan potensi-potensinya sehingga menjadi kemampuan-kemampuan yang dimilikinya secara alamiah.

Pendidikan Agama Islam dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang atau instansi pendidikan yang memberikan materi mengenai agama islam kepada orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang agama Islam baik dari segi materi akademis maupun dari segi praktik yang dapat dilakukan sehari hari.

Metode ceramah yang digunakan pada pendidikan Agama Islam mengakibatkan pendidikan agama Islam terasa mandul dalam mengkonstruk insan yang ideal. Metode ceramah juga akan berimplikasi negatif terhadap peserta didik dalam menyimpan informasi yang didapatkan dari guru ataupun dari berbagai sumber pembelajaran.

Pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah tersebut hanya terbatas pada mentransfer pegetahuan  tanpa memperhatikan dan memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk mencerna, memahami dan mengembangkan pengalaman belajarnya. Proses pembelajaran yang demikian merupakan proses pembelajaran yang konvensional, karena pebelajar diajar melalui buku teks pebelajar dituntut untuk menuangkan pengetahuannya pada saat ujian atau tes.

Siswa akan lebih berhasil dalam belajar jika siswa telah siap untuk melakukan kegiatan belajar. Siswa dalam proses pembelajaran tidak hanya mendengarkan guru, tetapi siswa dituntut untuk mampu memahami konsep suatu materi, seperti menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, memberi contoh, dan mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman konsep-konsep tersebut, diharapkan hasil belajar siswa akan bagus.

Penggunaan model pembelajaran yang cocok untuk materi serta kondisi siswa dan tuntutan akademis, akan sangat membantu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif, menyenangkan dan edukatif. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yang biasanya dilakukan oleh para pengajar cenderung menjadikan siswa pasif dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas.

Kualitas pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka guru harus bisa membuat siswa untuk terlibat aktif selama proses pembelajaran, karena keaktifan dalam suatu pembelajaran dibutuhkan untuk meningkatkan hasil belajar. Guru sebaiknya mampu menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk menyikapi masalah-masalah yang di temui pada siswa. Guru yang merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran diharapkan mampu menciptakan kondisi yang dapat  dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih aktif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan suatu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa, terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli pada yang lain.

Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa tipe, salah satunya yaitu Think-Pair-Share. Melalui model pembelajaran Think Pair Share diharapkan siswa secara langsung dapat memecahkan masalah dalam pembelajaran, sehingga diharapkan strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) menekankan untuk siswa dapat berpikir kreatif terhadap informasi yang diperoleh. Siswa yang mampu menerima pelajaran dengan baik memiliki peluang yang besar dalam  memperoleh hasil belajar yang baik. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa siswa tersebut mampu mencapai kompetensi materi yang diajarkan.

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap pemahaman siswa di SMP IT Al-Fahmi Palu pada tahun 2018.

Nama : Muh Fauzan Adnan