Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi pada Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang)

Dewasa ini pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan pelaksanaan Pembangunan Nasional agar laju pem- bangunan daerah serta laju pembangunan desa dan kota semakin seimbang dan serasi. Namun pembangunan Nasional pada pe-laksanaannya masih dihadapkan dengan masalah pokok pembangunan seperti ketimpangan pembangunan antara desa dan kota di Indonesia. Ketimpangan Pem- bangunan terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhinya sehingga pembangunan di Indonesia tidak merata sehingga ber-dampak pada tingginya kemiskinan di Indonesia.

Terkait dengan masalah ke-miskinan, menurut data BPS jumlah  penduduk miskin pada tahun 2012 penduduk kota dengan kemiskinan sebesar 8.60% sedangkan kemiskinan di pedesaan sebesar 14.70%. Menanggapi permasalahan tersebut, strategi pemerintah untuk mengatasi ke-timpangan pembangunan yaitu dengan melaksanakan pembangunan nasional yang menaruh perhatian besar terhadap pem- bangunan desa.

Pembangunan desa mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka Pembangunan Nasional dan Pem- bangunan Daerah, karena di dalamnya terkandung unsur pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta menyentuh secara langsung kepentingan sebagian besar masyarakat yang bermukim di perdesaan dalam rangka upaya meningkatkan ke-sejahteraan mereka. Dalam pembangunan desa pemerintahan desa berkedudukan sebagai subsistem dari sistem penye-lenggaraan pemerintahan di Indonesia, sehingga desa memiliki kewenangan, tugas dan kewajiban untuk mengatur dan me-ngurus kepentingan masyarakatnya sendiri. Dalam menyelengarakan kewenangan, tugas, dan kewajiban desa dalam pe-nyelenggaraan pemerintahan maupun pem- bangunan maka dibutuhkan sumber pen-dapatan desa. B

eberapa hal yang menyebabkan desa membutuhkan sumber pendapatan yaitu: 1)Desa memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang kecil dan sumber pendapatannya sangat bergantung  pada bantuan yang sangat kecil pula. 2)Kesenjahteraan masyarakat desa yang rendah sehingga sulit bagi desa mempunyai Pendapatan Asli Desa (PADes) yang tinggi. 3)Masalah itu diikuti dengan rendahnya dana operasional desa untuk menjalankan  pelayanan publik. 4)Banyak program pem- bangunan masuk ke desa akan tetapi hanya dikelola oleh Dinas. Program semacam itu mendulang kritikan karena program tersebut tidak memberikan akses pembelajaran bagi Desa, dan program itu bersifat top down sehingga tidak sejalan dengan kebutuhan Desa dan masyarakatnya. Menanggapi permasalahan tersebut,  pemerintah memberi dukungan keuangan kepada desa salah satunya adalah berasal dari dana Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah minimal 10% diperuntukkan bagi desa yang disebut Alokasi Dana Desa (ADD).

Maksud  pemberian ADD sebenarnya adalah sebagai  bantuan stimulan atau dana perangsang untuk mendorong dalam membiayai pro-gram pemerintah desa yang ditunjang dengan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan  pemerintahan dan pemberdayaan mas-yarakat. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupa-ten Malang Nomor 18 Tahun 2006 tentang Alokasi Dana Desa, rincian penggunaan ADD adalah 30% untuk pemerintahan desa yang yang digunakan untuk biaya opera-sional, tunjangan, biaya perjalanan dinas dari pemerintahan desa. Sedangkan 70%  penggunaan ADD untuk pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas Peme-rintahan Desa.

Dari rincian penggunaan ADD tersebut, perlu adanya pengelolaan yang baik dari pemerintah desa agar dalam  pelaksanaannya dapat sesuai dengan tujuan dan sasaran ADD. Pengelola Alokasi Dana Desa di desa adalah Kepala Desa, Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD), dan Bendahara Desa diharapkan mengerti dan paham dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa. Dalam proses pengelolaan Alokasi Dana Desa di desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, pemerintah desa dihadapkan pada kondisi tingkat  pendidikan masyarakatnya yang masih lemah. Hal tersebut sesuai dengan data  penduduk berdasarkan pendidikan pada tahun 2011 yaitu: 550 penduduk tidak tamat sekolah, 2850 penduduk tamatan SD, 1575  penduduk tamatan SMP, 292 penduduk tamat SMA, dan hanya 11 penduduk tamatan akademi maupun perguruan tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat  pendidikan penduduk Desa Wonorejo masih rendah.

Berdasarkan pra-riset sebelumnya,  penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk menggambarkan dan menganalisis Penge-lolaan Alokasi Dana Desa dalam pemberda-yaan masyarakat desa; faktor-faktor pendo-rong dan penghambat pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam pemberdayaan masyarakat desa di Desa Wonojero Kecamatan Singo-sari Kabupaten Malang.

Nama : Chandra Kusuma Putra

https://www.academia.edu/7259685/PENGELOLAAN_ALOKASI_DANA_DESA_DALAM_PEMBERDAYAAN_MASYARAKAT_DESA_Studi_pada_Desa_Wonorejo_Kecamatan_Singosari_Kabupaten_Malang