Peningkatan Kemampuan Mengenal Geometri Melalui Media Benda Alam Pada Kelompok B2 Di Paud Nosalara Kel. Talise Valangguni Kec. Mantikulore Dalam Tinjauan Pendidikan Islam

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan yang penting dalam proses perkembangan anak. Pada saat ini, PAUD sudah mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah, terbukti dengan banyak berdirinya lembaga PAUD di daerah pedesaan ataupun di perkotaan. Selain itu sudah disadari secara penuh bahwa perkembangan anak itu lebih banyak terjadi pada saat usia dini, karena anak lahir dengan membawa potensi yang siap dikembangkan di lingkungan. Yaitu masa usia dini disebut sebagai masa golden age, pertumbuhan dan perkembangan fisik, motorik, sosial-emosional, kognitif, moral, dan bahasa terjadi begitu pesat, karena itulah diperlukan stimulasi yang tepat dan diberikan sejak usia dini.

Berbagai aspek perkembangan anak secara utuh dikembangkan, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik-motorik, moral, dan sosial-emosional. Aspek tersebut perlu untuk dikembangkan secara optimal sebagai landasan perkembangan anak pada tahapan selanjutnya. Guru PAUD dalam memberikan stimulasi pada anak usia dini agar berbagai kemampuan anak berkembang meliputi: stimulasi motorik dapat dengan permainan tradisional petak umpet, gobak sodor, dan lainnya. Stimulasi organ penglihatan dapat dengan membedakan warna dan bentuk, stimulasi pendengaran dapat melalui berbagai bunyi-bunyian, stimulasi kognitif dapat melalui bermain dakon, balok, serta benda yang ada disekitar lingkungan anak.

Pendapat Piaget yang dikutip oleh Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati, mengatakan bahwa perkembangan kognitif anak pada umumnya memiliki fase (tahapan) yang sama yaitu melalui empat tahap dimulai dari tahap sensori motor, praoperasional, konkret operasional, dan formal operasional. Dari empat tahapan yang telah disebutkan pendidik dapat memberikan stimulasi kepada anak dengan tepat dan sesuai agar tidak berakibat fatal kepada anak. Anak tidak mampu berpikir seperti orang dewasa pada umumnya. anak-anak (PAUD) pada berada dalam tahap pra operasional, anak diberi pengalaman yang konkret dirasakan langsung oleh anak. Anak tidak dapat menerima materi atau konsep yang sifatnya menghafal, karena anak menjadi terbebani, bosandan verbalismenya belum cukup mampu.

Pengenalan Geometri sebagai lambang banyaknya benda, dapat dilakukan melalui bermain. Melalui bermain maka anak akan merasa terpenuhi kebutuhannya dalam belajar dan bermain disekitar lingkungan anak tentunya bermain yang dimaksudkan adalah yang mampu untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak. Kegiatan selama anak bermain, juga dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi anak, yang didapat dari bahan dan alat yang dipersiapkan oleh pendidik. Dalam bermain itu juga anak memperoleh pengalaman berinteraksi dengan orang lain. Kegiatan bermain akan membuat anak menjadi lebih aktif dan kreatif. bermain adalah pekerjaan anak, dengan bermian dapat mengembangkan kemampuan anak dengan menyenangkan. Apabila anak yang kita didik tidak mengalami masa kanak-kanak sesuai dengan dunia anak, maka kreativitas yang anak miliki akan hilang. Selain itu anak dapat merasa tertekan, sehingga mengalami gangguan belajar atau gangguan perilaku. Bermain dengan benda-benda konkret tersebut mampu mengembangkan anak untuk dapat mengenal Geometri sebagai lambang banyaknya benda salah satunya adalah mempergunakan media benda-benda alam.

Kenyataan kondisi yang ada khususnya di PAUD Nosarara Palu Kelompok B2. berdasarkan hasil tes awal dengan mempergunakan Lembar Kerja Anak (LKA) berhitung dan majalah Bintang menunjukkan bahwa rata-rata anak-anak belum mampu ketika diminta menghitung benda-benda yang ada dalam gambar lalu menuliskan lambang bilangannya dalam lembar LKA.

Nama : Yulianti