Peran Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Menanggulangi Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di Kabupaten Gorontalo

Di Indonesia banyaknya masalah kesehatan membutuhkan perhatian dari pemerintah. Pembuatan kebijakan merupa- kan salah satu bentuk dari tanggung jawab pemerintah dalam mengatasi permasalahan di bidang kesehatan tersebut. Salah satunya adalah masalah gizi yakni masalah Keku- rangan Energi Kronik pada ibu hamil (Azwar, 2004).

Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam mengukur status gizi masyarakat. Jika masukan gizi untuk ibu hamil dari makanan tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi defisiensi zat gizi. Faktor utama terjadinya Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil yaitu sejak sebelum hamil ibu sudah mengalami kekurangan energi, karena kebutuhan orang hamil lebih tinggi dari ibu yang tidak dalam keadaan hamil (Primadani, 2016).

Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil yang ditandai dengan lingkar lengan atas < 23,5 cm merupakan salah satu masa- lah gizi di Indonesia yang sering dialami oleh ibu hamil. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko kematian ibu men- dadak pada masa perinatal atau resiko me- lahirkan bayi dengan berat badan lahir ren- dah (BBLR). Pada keadaan ini banyak ibu yang meninggal karena perdarahan, sehing- ga akan meningkatkan angka kematian ibu dan anak (Cakrawati & Mustika, 2012).

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 yang dilakukan Kementri- an Kesehatan memperlihatkan bahwa seki- tar 45 – 50 % ibu hamil di Indonesia tidak mendapatkan asupan energi dan protein yang cukup. Sebanyak 49,5% perempuan hamil mengkonsumsi protein dibawah 80% dari yang dibutuhkannya semasa kehamilan dan 44,8% perempuan hamil itu juga ku- rang mendapatkan asupan energi secara total yakni masih dibawah 70% dari yang dibutuhkan (Departemen Kesehatan Repub- lik Indonesia, 2013).

Dinas Kesehatan Kabupaten Goron- talo tahun 2013 jumlah ibu hamil yaitu 7.503 diantaranya 7,8% ibu hamil mengalami KEK dan pada tahun 2014 jumlah ibu hamil KEK meningkat menjadi 14,4%. Dari 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gorontalo, jumlah ibu hamil KEK yang tertinggi terdapat di 4 puskesmas yaitu pusk- esmas pulubala 165 orang, puskesmas telaga jaya 95 orang, puskesmas mootilango 77 orang dan puskesmas limboto barat yaitu 73 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo,
2014).

Berdasarkan latar belakang diatas, maka perbaikan status gizi pada masyarakat terutama penanggulangan masalah KEK pada ibu hamil sangat penting untuk dilakukan, karena dari seorang ibu akan dilahirkan calon-calon penerus bangsa yang dapat memberi manfaat bagi bangsa maka harus diupayakan kondisi ibu hamil dalam keadaan sehat. Untuk itu peran pemerintah sebagai inisiator, fasili- tator dan motivator sangat diharapkan guna mengambil langkah-langkah/ kebijakan yang konkrit untuk mengatasi masalah KEK pada ibu hamil.

Nama : Zuriati Muhamad