Peranan Kelompok Tani Terhadap Adopsi Teknologi Pertanian Padi Sawah Di Desa Sibowi Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi

Pertanian merupakan salah satu aspek kehidupan yang paling penting dan menjadi sorotan utama dalam perekonomian suatu negara, khususnya negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, perkembangan teknologi dan industri saat ini mampu menggeser posisi pertanian. Tidak sedikit masyarakat yang beralih pada aktivitas industri dan meninggalkan lahan-lahan pertanian mereka.    

Permasalahan di bidang pertanian tanaman pangan khususnya padi sawah baru muncul beberapa tahun belakang ini dimana adanya kecenderungan berkurangnya ketersediaan tenaga kerja untuk kegiatan produksi. Penurunan jumlah tenaga kerja disebabkan karena meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor industri dan jasa serta banyak penduduk desa yang mengubah nasibnya di perkotaan. Selain itu, kualitas tenaga kerja yang rendah juga merupakan masalah di bidang tanaman pangan. Permasalahan lain juga menyangkut penerapan teknologi yang berhubungan dengan masalah kualitas tenaga kerja di bidang pertanian tanaman pangan. Banyak teknologi yang telah dihasilkan oleh lembaga penelitian, tetapi belum dapat dimanfaatkan oleh petani yang disebabkan oleh keterbatasan yang dimiliki petani itu sendiri dan faktor-faktor lain, antara lain: teknologi yang diciptakan belum sesuai dengan kebutuhan pengguna, mekanisme penyampaian hasil penelitian relatif panjang, tenaga penyuluh sebagai ujung tombak dalam penyampaian informasi tentang teknologi baru masih banyak dibebani tugas struktural sehingga tugas fungsional tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya, dan persepsi serta kemampuan peneliti dan penyuluh dalam memahami situasi dan kondisi wilayah sasaran belum sama (Oka, 1994).                                                                                  

Pembangunan pertanian tidak dapat berjalan sebagaimana dicita-citakan karena adanya berbagai persoalan yang dihadapi dari waktu ke waktu. Persoalan tersebut antara lain pengetahuan dan kemampuan masyarakat yang masih rendah sehingga dibutuhkan peranan kelompok tani, dari kelompok tani inilah masyarakat petani akan diberdayakan sehingga produktivitas akan lebih efektif dan efisien. Peranan kelompok tani tidak lain adalah sebagai upaya percepatan sasaran pencapaian target usaha tani.                                                                                                        

Tujuan kelompok tani adalah untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kemampuan petani dan keluarganya sebagai subjek pembangunan pertanian melalui pendekatan kelompok agar lebih berperan dalam pembangunan. Kelompok tani merupakan suatu bentuk perkumpulan petani yang berfungsi sebagai media yang diharapkan lebih terarah dalam perubahan aktivitas usahatani yang lebih baik lagi. Aktivitas usahatani yang lebih baik dapat dilihat dari adanya peningkatan-peningkatan dalam produktivitas usahatani yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani sehingga akan mendukung terciptanya kesejahteraan yang lebih baik bagi petani dan keluarganya (BPLPP, 1990).                                                                                                 

Desa Sibowi merupakan bagian integral dari pembangunan Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Sektor pertanian di Desa Sibowi kecamatan sampai saat ini masih mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, baik dukungan terhadap pertumbuhan perekonomian maupun dalam upaya pemerataan pembangunan di pedesaan yang notabene memiliki kesejahteraan yang relatif belum memadai, hal ini disebabkan karena sektor pertanian berperan dalam penyediaan bahan pangan pokok, kesempatan kerja, dan sumber pendapatan sebagian besar petani. Posisi petani di Desa Sibowi secara umum memiliki modal usaha terbatas, regenerasi petani selaku pelaku utama pertanian berjalan sangat lambat sehingga posisi tawar yang semakin lemah. Selain itu, kualitas maupun kuantitas produksi pertanian belum menunjukkan peningkatan secara nyata. Hal tersebut disebabkan karena pengetahuan, sikap dan keterampilan petani relatif rendah, serta harga sarana produksi pertanian (saprotan) relatif mahal.                                                                                          

Di desa Sibowi terdapat tujuh belas kelompok tani yang dibawahi satu Gapoktan. Dari 17 kelompok tani tersebut mengelola lahan pertanian seluas ± 436 Ha. Kondisi tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan adopsi teknologi pertanian khususnya padi sawah. Karena dengan adanya adopsi teknologi pertanian akan dapat meningkatkan penghasilan kelompok tani khususnya anggota kelompok tani karena pekerjaan mereka akan lebih efektif dan efisien.   Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kelompok tani terhadap adopsi teknologi pertanian padi sawah di Desa Sibowi Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi.     

Nama : Rosida