Sistem Pemasaran Produksi Kapuk Di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala

Pembangunan pertanian merupakan upaya nyata yang bertujuan untuk memeberikan peningkatan produksi/produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama dan pelaku usaha, masyarakat pertanian, sumber pendapatan daerah (PAD) serta Pendapatan Nasional (Darsono, 2010).

Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan lebih dari separuh penduduk tersebut menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sementara itu, kontribusi utama sektor pertanian terhadap pembangunan nasional telah berhasil secara nyata meningkatkan penyediaan bahan pangan, menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menunjang sektor non pertanian melalui penyediaan bahan baku untuk industri pengolahan. Dengan demikian, maka posisi sektor pertanian akan semakin kuat sebagai pendukung perkembangan industri untuk perekonomian yang semakin seimbang (Daniel, 2004).

Pengembangan agribisnis adalah suatu sistem usaha yang berorientasi pada peningkatan produksi yang sesuai dengan permintaan pasar dan memperoleh nilai tambah untuk pendapatan usaha tani. Agribisnis merupakan kegiatan ekonomi dalam bidang pertanian yang harus didasari dengan prinsip-prinsip ekonomi yaitu memperoleh keuntungan dan pendapatan semaksimal mungkin dengan biaya sesedikit mungkin (Maximize Profit and Cost), dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen, planning, Organizing, Actuating  dan Controling/POAC (Anonim, 2010).

Tingkat pendapatan petani secara umum dipengaruhi oleh beberapa komponen yaitu : jumlah produksi, harga jual, dan biaya-biaya yang dikeluarkan petani dalam pertaniannya. Ini berarti bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian merupakan usaha untuk memperbaiki taraf kehidupan sebagian besar penduduk yang tergolong miskin.

Nama : Rini Candra Dewi