Sistem Pengolahan Sampah Medis Dan Non Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Poso

Rumah sakit adalah tempat pelayanan kesehatan yang menghasilkan sampah dalam jumlah yang besar, beberapa diantaranya membahayakan kesehatan lingkungan.Secara umum sampah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah medis dan sampah non medis baik padat maupun cair. Rumah sakit merupakan penghasil sampah yang cukup banyak setiap harinya dan seringkali bersifat toksik, terutama sampah padat, baik itu sampah medis maupun sampah non medis.

Hasil penelitian sebelumnya juga telah dilakukan di NTB pada tahun 2014 menunjukkan jumlah limbah medis padat yang dihasilkan rumah sakit sebanyak 56,77 kg/hari dan limbah non medis padat sebanyak 597,15 kg/hari. Proses pengelolaan limbah medis dan non medis dimulai dengan pewadahan, pengangkutan, transportasi, TPS dan TPA/pemusnahan.

Pengelolaan limbah padat medis dan non medis belum sesuai dengan Kepmenkes RI No.1204 tahun 2004.Tahap pewadahan limbah masih banyak tercampur antara limbah medis dan non medis. Incinerator yang digunakan untuk membakar limbah medis menghasilkan pembakaran yang kurang sempurna. Rumah sakit umum daerah poso merupakan rumah sakit pemerintah kelas C yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyrakat umum, dimana dalam kegiatannya sehari-hari tidak lepas dari permasalahan sampah medis maupun sampah non medis.

Berbagai jenis sampah yang di hasilkan dari rumah sakit dapat membahayakan dan menimbulkan gangguan kesehatan baik bagi petugas, pasien, maupun pengunjung rumah sakit serta masyarakat. Sedangkan pengelolaan sampah di rumah sakit umum daerah poso kurang optimal dan perlu mendapat perhatian misalnya tempat pembuangan sementara sampah medis dan non medis serta sisa hasil pembakaran berserakan di lokasi pembuangan. Berdasarkan hasil observasi awal di RSUD poso, terlihat bahwa RSUD Poso menghasilkan sampah medis 0,5kg per hari setiap pasien jika di kalikan dengan 270 jumlah tempat tidur kurang lebih 135kg sampah medis sehari sedangkan sampah non medis sebagian besar di hasilkan sebagian besar pengunjung rumah sakit, kurang lebih 200-250 kg /hari.

Berdasarkan data hasil penelitian sebelumnya tentang pengolahan sampah medis dan non medis yang belum sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, dimana hasil penelitian menunjukan bahwa masih adanya rumah sakit yang dalam pengolahan sampah medis dan sampah non medis masih bercampur serta adanya proses pengumpulan dan pengangkutan sampah yang belum sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Berdasarkan pembahasan tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sampah medis dan non medis di rumah sakit umum Poso.

Nama : Sri Handayani A. Lagimpe