Straregi Pemasaran Abon Ikan Citra Lestari Produktion (CLP) Pendekatan Marketing Mix Kota Palu Sulawesi Tengah

Berdasarkan Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI), perekonomian suatu wilayah (Negara) dibangun oleh berbagai sektor, termasuk sektor pertanian (Yantu, 2007). Sub sektor perikanan merupakan salah satu subsektor pendukung sektor pertanian. Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan jumlah penduduk maka tingkat konsumsi masyarakat akan pangan semakin meningkat pula, baik pangan nabati maupun pangan hewani. Ikan sebagai salah satu sumber pangan hewani tingkat konsumsinya semakin meningkat tiap tahunnya., produksi ikan di Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2008 meningkat sebesar 31,44 % dibandingkan dengan tahun 2006. Namun dari disisi konsumsi, peningkatannya hanya sebesar 22,79 %. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kelebihan produksi (over supplay) ikan sebesar 97,3 ton pada tahun 2008.

Perlu adanya penanganan masalah ini, berupa pengolahan ikan lebih lanjut seperti agroindustri abon ikan (dahuri 2003). Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh sebab itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi diperlukan perlakukan yang baik selama proses pengawetan seperti : menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan, menggunakan ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan ikan.

Abon merupakan salah satu jenis makanan awetan berasal dari daging (sapi, kerbau, ikan laut) yang disuwir-suwir dengan berbentuk serabut atau dipisahkan dari seratnya. Kemudian ditambahkan dengan bumbu-bumbu selanjutnya digoreng. Dalam SNI 01-3707-1995 disebutkan abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk khas, dibuat dari daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng dan dipres.

Abon sebenarnya merupakan produk daging awet yang sudah lama dikenal masyarakat. Data BPS (1993) dalam Sianturi (2000) menunjukan bahwa abon merupakan produk nomor empat terbanyak diproduksi. Abon termasuk makanan ringan atau lauk yang siap saji. Produk tersebut sudah dikenal oleh masyarakat umum sejak dulu. Abon dibuat dari daging ikan yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik kering, renyah dan gurih menciptakan rasa yang berbeda beda sesuai dengan kreasi atau slera. Pada umumnya daging yang digunakan dalam pembuatan abon yaitu daging sapi atau kerbau (Suryani et al, 2007).

 Ikan merupakan komoditi yang cepat mengalami pembusukan (perishable food. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk memanfaatkan ikan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, yaitu mengolahnya menjadi abon. Usaha pengolahan aboni akan ini dikategorikan ke dalam agroindustri.

Agroidustri perikanan laut  merupakan salah satu jenis industri pengolahan hasil perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan, mengingat potensi sumberdaya ikan dari perairan laut nasional sangat besar. Namun demikian terdapat sejumlah yang menghambat perkembanganya, baik dari aspek produksi  bahan baku (industri penangkapan) maupun aspek pengolahan produk agroindustry (Giyatmi, 2005)

Citra Lestari Produktion merupakan salah satu CV yang menghasilkan berbagai macam produk. Abon ikan yang diproduksi oleh CV. Citra Lestari Produktion ini cukup diminati oleh masyarakat karena memiliki cita rasa yang berbeda serta lebih harum dan nikmat. Namun, pemasaran yang dilakukan oleh CV. Citra Lestari Produktion masih dalam cakupan skala lokal, padahal permintaan abon ikan di pasar nasional (Jakarta) bahkan pasar dunia tergolong tinggi.

Nama : Dian Pramana Putra