Studi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Desa Pangi Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli

Sampah merupakan suatu pokok permasalahan yang banyak diperbincangkan oleh orang-orang, seperti yang kita ketahui jumlah sampah di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, ini di sebabkan karena jumlah populasi penduduk di Indonesia setiap tahunnya bertambah dan kebutuhan akan pendudukpun semakin banyak yang mengakibatkan populasi sampah berkembang, hal ini menyebabkan keadaan yang tidak seimbang. ( Andrin, 2017 ).

Kehadiran sampah merupakan hal yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan pencemaran apabila daya asimilasi alam tidak mampu lagi mendukungnya. Selain itu sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena dari sampah tersebut dapat hidup berbagai organisme penyebab penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perantara vektor.

Pertambahan jumlah penduduk akan menyebabkan peningkatan jumlah sampah, karena setiap manusia pasti menghasilkan sampah perharinya, tak peduli usianya. Sampah-sampah itupun ada yang mudah terurai dan tidak, bahkan ada yang memerlukan waktu hingga 100 tahun hingga hancur. Hal itulah yang menyebabkan sampah terus menumpuk yang tentunya bisa berakibat merugikan bagi kita.

Selain dapat menyebabkan penyakit, dari segi estetika sampah akan menjadi hal terburuk yang merusak pemandangan serta menimbulkan bau tidak sedap yang akan menjadi tolak ukur identitas negara dalam segala aspek.

Menurut data dunia Produksi sampah di perkotaan terus naik dan akan mencapai 2,2 miliar ton per tahun pada 2025. Hal ini terungkap dalam berita Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Rabu (6/11).Mengutip data Bank Dunia, berita UNEP meyebutkan, saat ini, volume.sampah dunia telah mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Volume ini diperkirakan mencapai 22 miliar ton pada 2025, menimbulkan ancaman kesehatan serta pencemaran lingkungan.Dunia dituntut untuk segera beraksi untuk mengatasi krisis sampah ini.

Dari data nasional Indonesia merupakan negara pembuang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah Cina. Dalam setahun, sampah plastik yang dibuang ke laut di Indonesia mencapai 1,2 juta ton akanmenjadi tolak ukur identitas negara dalam segala aspek.

Data tersebut diperoleh lewat pemodelan dengan memasukkan factor skala pembangunan ekonomi Negara, jumlah rata-rata sampah yang diproduksi, cara pengolahan sampah, serta jumlah populasi yang bermukim di radius 50 km dari garis pantai.

Badan Lingkungan Hidup mengatakan bahwa masalah yang paling terbesar di kota palu adalah masalah kesehatan lingkungannya selain dari air bersih masalah sampah juga yang paling besar.

Sampah di kota palu selalu ada dimana-mana dan makin bertambah jumlahnya, disebabkan kiriman sampah dari daerah lain. Dari profil data kesehatan Salah satu masalah kesehatan lingkungan (sanitasi) yang ada di kabupaten tolitoli adalah masalah sampah yang perlu mendapat perhatian. Permasalahan sampah tersebut semakin kompleks dalam kaitannya dengan pengelolaannya karena, kuantitasnya semakin meningkat di daerah Tolitoli, khususnya daerah-daerah terpencil. Kehadiran sampah merupakan hal yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan pencemaran apabila daya asimilasi alam tidak mampu lagi mendukungnya. Selain itu sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena dari sampah tersebut dapat hidup berbagai organisme penyebab penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perantara vektor.

Dari data puskesmas baolan hasil pengawasan didapat bahwa masalah sarana dan sanitasi yang paling tinggi adalah kurangnya tempat sampah dan jamban.

Berdasarkan hasil observasi di dapat hasil bahwa dari 244kk.yang memiliki tempat sampah 99 dan yang tidak memiliki tempat sampah 145 kk.

Dari latar belakang di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga di desa Pangi Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga di desa Pangi kecamatan Baolan kabupaten Tolitoli.

Nama : Winda