Studi Tentang Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Dan Sekolah Dasar Di SMPN 1 Bungku

Perkembangan dan kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk membantu manusia mengembangkan dirinya, sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan yang dihadapi.

Dalam kegiatan belajar mengajar guru merumuskan tujuan pengajaran untuk tercapainya tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai manusia makhluk sosial.

Evaluasi pendidikan memberikan manfaat baik bagi siswa, pengajar maupun manajemen. Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah digapai selama mengikuti pendidikan. Pada kondisi dimana siswa mendapatkan nilai yang memuaskan maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar siswa dapat lebih meningkatkan prestasi.

Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan maka siswa akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru atau pengajar agar siswa tidak putus asa. Dari sisi pendidik, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai umpan balik untuk menetapkan upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu bentuk evaluasi yang pada umumnya dilaksanakan di sekolah adalah mengadakan tes.

Dengan demikian, sama halnya dengan SMPN 1 Bungku yang melaksanakan evaluasi di sekolah menggunakan tes formatif yaitu bentuk tes pilihan ganda dan esay, karena kedua tes tersebut dianggaap sering digunakan dalam evaluasi pembelajaran, serta menghasilkan hasil yang memuaskan bagi siswa walaupun hal tersebut tdak keseluruhannya berdampak pada siswa tersebut, hal ini tergantung dari pada daya tangka masing-masing siswa itu sendiri. Dalam hasil pengamatan begitu besar pengaruh terhadap pemberian tes khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hal ini terbukti dengan terbentuknya semangat belajar siswa serta memberikan sebuah prestasi yang sangat memuaskan bagi siswa yang ada di SMPN 1 Bungku. Dengan pelaksanaan ini, khususnya pemberian tes sangat efisien dalam meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.

Oleh karena itu, pembelajaran agama Islam yang merupakan bagian Pendidikan Agama Islam (PAI) harus mampu mencapai tujuan pendidikan Islam yang menjabarkan seluruh dimensi kehidupan manusia dan tidak boleh hanya memberi penekanan pada satu dimensi saja dan meninggalkan dimensi yang lainnya. Sehingga Islam tidak saja sekedar transfer of knowledge, tetapi juga merupakan pendidikan nilai (value education). Sehingga guru harus mampu dalam menggali nilai, makna, aksioma, ibrah/hikmah, dalil dan teori dari fakta sejarah yang ada. Selain hal tersebut juga guru mampu menemukan pendekatan  yang dapat mempermudah transfer atau penguasaan materi sejarah kepada siswa.

Nilai yang yang hidup diperoleh melalui kesadaran diri manusia, pada penelaahan seperti ini nilai dari setiap sejarah yang terjadi dan terpaparkan dalam kisah sejarah, mampu teraktualisasikan dalam kisah sejarah yang di yakini kebenaran atau orisinalitasnya sehingga mampu mempengaruhi siapa saja untuk dijadikan sebagai pelajaran.

Praktek pendidikan agama harus memperhatikan aspek kognitif semata dari pertumbuhan kesadaran nilai-nilai (agama) dan mengabaikan pembinaan aspek kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Akibatnya terjadi kasenjangan antara pengetahuan dan pengamalan, antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama atau dalam praktek pendidikan agama berubah menjadi pengajaran agama. Sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi Islami. Termasuk didalamnya pembelajaran memerlukan perhatian karena merupakan satu mekanisme untuk memahami serta memelihara diri generasi muda.

Kondisi seperti di atas merupakan problema yang sekaligus merupakan tantangan tersendiri dalam pembelajaran agama Islam. Berbagai macam problematika pendidikan agama tersebut dihadapi oleh semua pihak baik keluarga, pemerintah, maupun masyarakat, termasuk di Madrasah.

Berangkat dari hal diatas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul studi tentang hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di SMPN 1 Bungku.

Nama : Munawar Lani