Upaya Mengatasi Kejenuhan Belajar (Tinjauan Pendidikan Islam Pada SDN 10 Banawa Kabupaten Donggala)

Pendidikan dalam pengertian yang luas merupakan kegiatan yang meliputi semua perbuatan atau semua usaha dari generasi yang lebih tingkat pengetahuan dan pengalaman untuk mengalihkan pengetahuan, pengalaman, serta keterampilannya kepada generasi yang tingkat pengetahuannya lebih rendah. Sedangkan pengertian pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendaliaan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bamgsa, dan negara.

Di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas, tentunya harus didukung oleh proses belajar yang baik.

Belajar juga merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku menuju perubahan tingkah laku yang baik, dimana perubahan tersebut terjadi melalui latihan atau pengalaman. Perubahan tingkah laku tersebut harus relatif mantap yang merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar tersebut menyangkut berbagai aspek kepribadian baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah/berpikir, keterampilan, kecakapan ataupun sikap.

Selain itu belajar juga merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang agar memiliki kompetensi berupa keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan. Secara sederhana dalam proses pembelajaran atau pengalaman belajar, peserta didik dihadapkan pada sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan belajar tersebut, seperti membaca, menulis, menghafal, menghitung, latihan dan lain sebagainya, yang singkatnya bertujuan menambah khazanah pengetahuan dalam otak kita. Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah, dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya, karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu. Tanpa ada perbedaan, agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya, juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar, bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan, research dan studi.

Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi, tetapi terkadang juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktivitas belajar.

Setiap individu memang tidak ada yang sama. Perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan peserta didik. “Dalam keadaan di mana peserta didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang di sebut dengan “kesulitan belajar”.

Masalah yang juga kerap menghinggapi peserta didik yang disebut jenuh belajar. Kejenuhan belajar merupakan kondisi emosional ketika seseorang merasa lelah dan jenuh secara mental ataupun fisik. Seperti juga halnya lupa, kejenuhan merupakan suatu hal yang manusiawi, bisa dialami oleh setiap orang, termasuk peserta didik. Perasaan jenuh dalam belajar sering dikeluhkan para peserta didik dalam setiap kesempatan. Apabila kejenuhan belajar telah mendera siswa, biasanya akan berdampak, negative terhadap hasil belajar, meskipun waktu yang digunakan untuk belajar cukup lama, namun hasilnya tidak optimal karena kondisi jenuh, sistem otak tidak bekerja sebagaimana diharapkan. Kemajuan belajar peserta didik yang mengalami kejenuhan seakan berjalan di tempat.

Beberapa hal yang bisa dikatakan sebagai penyebab kejenuhan ini yang setidaknya pernah penulis alami antara lain waktu belajar yang tidak sesuai dengan kondisi fisik dan mental peserta didik, misalnya untuk jam pelajaran yang masuk pada siang hari dimana pada saat itu peserta didik sudah mengantuk atau lapar. Lebih parah lagi jika pendidik ataupun metode belajar yang digunakan tidak membuat peserta didik memiliki semangat untuk memberikan respon yang baik, tentunya peserta didik tidak dapat menyerap apa yang diberikan dengan sempurna.

Dari penjelasan penjelasan di atas diketahui bahwa kejenuhan dalam belajar tidak datang begitu saja, melainkan ada latar belakang maupun penyebabnya. Dalam hal ini, dengan memahami latar belakang penyebab masalah tersebut maka akan mudah menemukan solusinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa semua sekolah pada umumnya pasti memiliki masalah seperti diatas pada peserta didiknya. Termasuk sekolah yang akan diteliti oleh Penulis, yakni SDN 10 Banawa Kabupaten Donggala.

Berdasarkan latar belakang di atas melalui kajian ini penulis dapat mengemukakan pokok permasalahan yaitu : “Sejauhmana peranan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kejenuhan belajar peserta didik di SDN 10 Banawa Kabupaten Donggala” ?

Nama : Astaman