Pembangunan pada hakikatnya merupakan serangkaian usaha dan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Pembangunan suatu wilayah dapat dicapai dengan memberdayakan potensi sumber daya yang ada, sehingga mampu memberikan nilai positif ekonomi daerah tersebut (Sofiani, 2015). Peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi sangat penting karena sebagian besar masyarakat di negara berkembang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Gula kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi penting dalam komposisi bahan pangan di masyarakat (konsumen) dan sebagai bahan baku dalam industri makanan. Oleh karena itu, gula kelapa memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga menarik bagi banyak kalangan untuk terjun dan menekuni bisnis di bidang ini. Dengan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan strategis, gula kelapa belum memberikan keuntungan bagi para produsen atau pengrajin gula kelapa (Purwaningsih, Sriningsih, dan Rosyad, 2005).

Gula kelapa pada umumnya diusahakan secara tradisional oleh para pengrajin dengan menggunakan peralatan dan pengolahan secara sederhana. Usaha gula kelapa pada umumnya merupakan usaha industri kecil atau rumah tangga. Pengolahan gula kelapa sejak dari pengambilan nira sampai dengan pemasakan dan pencetakan menghabiskan waktu dari pagi hingga sore atau memerlukan waktu delapan hingga sepuluh jam. Dilihat dari segi kualitas gula kelapa ternyata kualitas hasil produksi mereka masih belum sama di antara para pengrajin. Bahkan seorang pengrajin gula kelapa tidak menghasilkan produk gula kelapa yang sama kualitasnya antara produksi suatu hari dengan produk hari berikutnya. Kondisi ini menyebabkan para pengrajin gula kelapa menjadi bulan-bulanan pedagang pengumpul, sehingga menjadikan posisi tawar pengrajin menjadi lemah. Akibatnya yang dirasakan langsung oleh pengrajin gula kelapa adalah rendahnya harga gula kelapa. Di lain pihak pedagang pengumpul banyak mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan gula kelapa, sehingga kondisi sosial ekonomi para pengrajin gula kelapa dari waktu ke waktu tidak mengalami perubahan atau dengan kata lain kehidupan para pengrajin gula kelapa belum menunjukkan adanya peningkatan (Supomo, 2007).

Kabupaten Seluma khususnya Kecamatan Seluma Barat merupakan daerah dataran rendah yang subur dan merupakan salah satu penghasil gula kelapa tepatnya di Desa Purbosari. Banyaknya pengrajin gula kelapa di daerah tersebut karena berkembangnya perkebunan kelapa rakyat. Berangkat dari penjelasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan dan upaya peningkatan pendapatan pengrajin gula kelapa di Desa Purbosari Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma.

Nama : Sriyoto, dan Bambang Sumantri 

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/74216-ID-kajian-peningkatan-pendapatan-pengrajin.pdf