Analisis Biaya, Volume, Dan Laba Pada Usaha Penggilingan Ikan Tenggiri Di Kota Bengkulu (Studi Kasus Home Industry Bintang Laut)

Ikan merupakan sumber protein yang bernilai tinggi dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Kandungan gizi yang terdapat pada ikan yaitu protein sebesar 16-24%. Selain itu, ikan juga mengandung lemak antara 0,2-22% (Susanto, 2005). Salah satu ikan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi yaitu ikan tenggiri (Scomberomorus commerson). Protein yang terkandung dalam ikan tenggiri yaitu sebesar 18,50%, lemak 2,70%, karbohidrat sebesar 5,13%, abu 1,40% dan air sebanyak 77,40%. Sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu merupakan wilayah perairan.

Berbagai jenis ikan dari peraian Provinsi Bengkulu, salah satunya yaitu ikan tenggiri. Volume produksi ikan tengiri yang cukup besar, sehingga banyak masyarakat Kota Bengkulu membangun usaha dari bahan baku ikan tenggiri, salah satunya adalah usaha daging giling ikan tenggiri. Ikan tenggiri mempunyai banyak kelebihan. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, ikan tenggiri juga dapat diolah menjadi makanan olahan. Banyaknya permintaan terhadap ikan tenggiri ini juga mendorong tumbuhnya usaha penggilingan ikan tenggiri. Ikan tenggiri giling merupakan olahan dari ikan tenggiri segar yang dihancurkan atau digiling menjadi bahan baku makanan.

Beberapa penggilingan ikan tenggiri di Kota Bengkulu yaitu Bintang Laut, Annisa 88, Rara, Berlin, Nindy, 3 Putri, Anton dan AL3. Dari beberapa usaha penggilingan di atas, ada yang telah mendapatkan izin dari Departemen Kesehatan, yaitu Bintang Laut. Bintang laut ini adalah satu-satunya usaha penggilingan ikan tenggiri yang sudah melalui uji tes dari Departemen Kesehatan dan telah mendapatkan Nomor Industri Rumah Tangga (IRT). Selain itu untuk pemasaran, hanya produksi ikan tenggiri giling dari Bintang Laut yang sudah memasuki salah satu mini market di Kota Bengkulu.

Ada tiga produk yang dihasilkan dari Bintang Laut, yaitu daging ikan tenggiri super, daging merah, dan kulit. Semua produk tersebut berasal dari bahan baku yang sama, yakni ikan tenggiri segar. Tetapi untuk produksinya, ada atau tidaknya ikan tenggiri yang tersedia tergantung dengan cuaca. Jika cuaca sedang buruk maka produksi akan menurun, sehingga harga ikan tenggiri pun akan mengalami kenaikan. Maka dari itu, untuk mencapai laba yang diharapkan yang merupakan ukuran keberhasilan usaha harus dilakukan analisis biaya, volume, dan laba untuk dapat menambah ketepatan dalam membuat perencanaan produksi dan penjualan (Jumingan, 2008).

Selanjutnya menurut Reswita (2006), pendekatan yang dapat digunakan adalah perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan yang tepat untuk semua produk yang dihasilkannya, perlu adanya perhitungan titik impas, kemampuan memperoleh laba serta sensitivitas. Hal ini berguna untuk mengetahui sehat atau tidaknya usaha tersebut.

Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis pendapatan usaha pengolahan ikan tenggiri Bintang Laut, 2) menganalisis titik impas dan kemampuan dalam memperoleh laba usaha pengolahan ikan tenggiri Bintang Laut, 3) tingkat sensitivitas usaha penggilingan ikan Tenggiri Bintang Laut.

Nama :Nurul Chairunnisa

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/136421-ID-analisis-biaya-volume-dan-laba-pada-usah.pdf