Analisis Bonus Demografi sebagai Kesempatan dalam Mengoptimalkan Pembangunan Pertanian di Sumatera Barat

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang berada di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera bagian tengah yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Provinsi yang didominasi Suku Minangkabau ini termasuk provinsi dengan jumlah penduduk yang sedikit jika dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup rendah.

Selama periode tahun 1990 sampai 2000 laju pertumbuhan penduduk Sumatera barat tercatat 0,63 persen yang merupakan laju pertumbuhan penduduk terendah jika dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera. Dari sisi Demografi, Provinsi Sumatera Barat secara keseluruhan sebenarnya termasuk provinsi yang belum akan mendapatkan bonus demografi, karena angka dependency ratio nya yang masih tinggi. Pada tahun 2010 dependency ratio Sumatera Barat sebesar 57,7 dan pada tahun 2015 berkurang menjadi 55,6. Proyeksi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik memprediksikan bahwa sampai pada tahun 2035 beban ketergantungan (dependency Ratio) Sumatera Barat masih diatas 50 yaitu sebesar 50,6. Selain itu meski angka beban ketergantungan Sumatera Barat masih lebih besar dari 50, tetapi trend dependency ratio sampai tahun 2035 menunjukkan angka beban ketergantungan yang terus menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa Sumatera Barat sebenarnya berada diambang window of opportunity yang dapat dimaksimalkan.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik, Sumatera Barat kemungkinan akan dapat menikmati bonus demografi pada periode 2030-2035. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang harus ditanggung oleh penduduk produktif di Sumatera Barat secara ekonomi terus mengalami penurunan, meskipun angkanya masih sedikit diatas 50. Meskipun tidak sepenuhnya mendapatkan bonusdemografi, akan tetapi ini merupakan momentum bagi Sumatera Barat untuk meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Yang menjadi permasalahan pokok yang menyebabkan tingginya dependency ratio Sumatera Barat adalah karena tingginya tingkat migrasi keluar penduduk usia kerja. Sehingga perlu upaya dan kebijakan untuk membuat penduduk usia produktif tetap tinggal dan tidak berpindah ke daerah lain. Dengan bercermin pada dua kota di Sumatera Barat yang telah mengalami Bonus Demografi yaitu Padang dan Bukitinggi, perlu upaya untuk melakukan investasi di wilayah lain di Sumatera Barat untuk menggerakkan roda perekonomian yang akan menjadi penarik untuk membuat penduduk usia produktif tetap tinggal. Salah satu sektor yang menjadi sektor unggulan di Sumatera Barat adalah sektor pertanian. Sumatera Barat merupakan provinsi yang struktur perekonomiannya banyak ditopang oleh sektor pertanian. Iklim dan kondisi wilayah sumatera barat sangat mendukung kegiatan pertanian, sehingga sektor ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan dan industri di daerah tersebut tapi juga mampu mendukung kebutuhan daerah lain. Sehingga bukan hal yang mengherankan jika Sumatera Barat mampu menjadi salah satu produsen utama komoditi pertanian di Pulau Sumatera terutama sayur-sayuran dan buah-buahan. Pembangunan sektor pertanian akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik yang pada akhirnya menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Sumatera Barat.

Selain itu Tingkat Keuntungan Komperatif sektor dan subsektor suatu daerah dapat dilihat dari Indek Koefisien Lokasi (Location Quotient). RPJMD Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2015 menunjukkan bahwa sektor pertanian Sumatera Barat memiliki LQ yang lebih besar dari satu yaitu 1,75 yang menunjukkan bahwa sektor ini memiliki keuntungan komparatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor yang sama secara rata-rata pada provinsi lainnya di Indonesia. Nilai ini jelas memperlihatkan bahwa sektor pertanian merupakan potensi ekonomi wilayah yang penting bagi pembangunan daerah Sumatera Barat. Bonus demografi merupakan sebuah kesempatan bagi Sumatera Barat untuk menciptakan kondisi perekonomian daerah yang lebih baik. Dengan banyaknya jumlah penduduk usia produktif, berarti tersedianya sumber daya tenaga kerja produktif yang cukup melimpah. Hal ini merupakan sebuah modal bagi Sumatera Barat untuk dapat mengoptimalkan pembangunan sektor pertanian. Perubahan lingkungan strategis global seperti diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir tahun 2015, juga merupakan salah satu hal yang dadapat dimanfaatkan Sumatera Barat. Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asian akan membuka kesempatan bagi Sumatera Barat untuk menjalin kerjasama di bidang perdagangan maupun ketenagakerjaan dengan negara tetangga. Bahkan Sumatera Barat memiliki keuntungan terkait posisinya yang berada di pesisir sumatera yang berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia.

Sumatera Barat memiliki jarak yang cukup dekat dengan beberapa negara Asian lain seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini merupakan sebuah peluang yang besar bagi Sumatera Barat dalam memperluas pemasaran komoditi pertanian. Bonus demografi menjadi hal yang sangat menguntungkan karena menyediakan sumberdaya manusia produktif yang banyak yang merupakan hal yang penting dalam mengoptimalkan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Barat.

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peluang bonus demografi di Sumatera Barat dan manfaat yang diberikannya untuk dapat mengoptimalkan pembangunan sektor pertanian untuk mendorong pembangunan ekonomi dan wilayah Sumatera Barat. Selain itu itu, tulisan ini juga membahas tentang langkah dan strategi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat bonus demografi dalam pembangunan pertanian di Sumatera Barat.

Nama : Yusmarni

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/73520-ID-analisis-bonus-demografi-sebagai-kesempa.pdf