Analisis Pengaruh Corporate Governance Perception Index terhadap Profitabilitas, Likuiditas, dan Solvabilitas (Studi Empiris pada Perusahaan Nonkeuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014)

Sejak awal tahun 1990an terjadi krisis keuangan dan kebangkrutan yang melanda beberapa perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa seperti Enron (2001), Vivendis Universal (2002), Ahold (2003), dan Parmalat (2003). Krisis keuangan dan kebangkrutan ini tidak hanya melanda Amerika dan Eropa saja, akan tetapi melanda negara-negara maju lainnya serta negara-negara berkembang seperti negara-negara di Asia Tenggara.

Indonesia termasuk negara Asia Tenggara yang terkena dampak krisis keuangan tahun 1997. Krisis keuangan tersebut telah menghancurkan sendi perekonomian termasuk menghancurkan perbankan Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya krisis perbankan terparah di Indonesia yang menyebabkan penurunan kinerja bank nasional (Dewayanto, 2010). Lemahnya corporate governance dianggap menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1997. Akan tetapi, salah satu Bank Umum Syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat, dapat melalui krisis tersebut dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu, perbankan syariah di Indonesia pun mulai berkembang. Keinginan masyarakat terhadap perbankan syariah untuk menunjukkan tanggung jawabnya kepada publik pun tinggi.

Penerapan good corporate governance merupakan salah satu wujud tanggung jawab kepada masyarakat. Selain itu, penerapan good corporate governance di dalam perbankan diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan salah satunya profitabilitas. Hasil penelitian tentang dampak corporate governance terhadap kinerja masih tidak konsisten. Penelitian Al-Manaseer, dkk (2012) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara anggota dewan independen dan kepemilikan asing dengan kinerja keuangan bank sedangkan, ukuran dewan serta pemisahan peran CEO dan ketua dengan kinerja keuangan bank memiliki hubungan yang negatif. Sedangkan, penelitian Wulandari (2006) menunjukkan bahwa corporate governance yang diukur dengan jumlah dewan direktur, proporsi komisaris independen, debt to equity, dan institutional ownership hanya debt to equity yang secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan ketidakkonsistenan hasil penelitian, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui konsistensi temuan jika diterapkan pada sampel yang berbeda.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan bukti empiris pengaruh mekanisme corporate governance yang terdiri dari: ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, ukuran Dewan Pengawas Syariah, dan reputasi Kantor Akuntan Publik terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset, Return on Equity, dan Net Profit Margin.

Nama : Virda Rakhma Septiputri

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/254094-analisis-pengaruh-corporate-governance-p-7189e9c0.pdf