Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Pelayanan Usaha Benih Padi Cigeulis

ubyarto (1989) menyatakan bahwa “Indonesia merupakan Negara pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional”. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada sektor pertanian atau dari produk nasional yang berasal dari pertanian. Menurut Yudono (2003) bahwa “Kemajuan sistem pertanian menuntut ketersediaan benih padi unggul yang bermutu tepat waktu, mutu, varietas, jumlah, tempat pelayanan, harga dan berkesinambungan”. Varietas unggul memegang peranan paling menonjol dalam peningkatan hasil dan juga merupakan komponen utama dalam pengendalian hama dan penyakit yang suka menyerang komoditas tanaman pangan ini. Salah satu varietas unggul padi yang banyak diminati petani adalah “Cigeulis”, sehingga pertanamannya dan penyebarannya cukup meluas. Sifat-sifat varietas Cigeulis sebenarnya telah dimiliki oleh varietas pendahulunya, yaitu varietas “Ciherang” yang sampai saat ini belum terasingi oleh varietas manapun.

Keberadaan dan peranan yang dimliki oleh BBIPP sebagai penyedia benih padi khususnya benih padi Cigeulis, dengan dimensi yang diteliti yaitu responsiveness, reliability, empathy, assurance dan tangible. Kelima dimensi tersebut menjadi atribut penilaian masing-masing aspek dalam melihat tingkat kualitas pelayanan di BBIPP.

Dengan kualitas pelayanan yang diberikan, sehingga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen (petani) padi. Membeli benih (Cigeulis) bermutu (bersertifikat) tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Pelayanan yang diberikan oleh manajemen Balai Benih Induk Padi dan Palawija tersebut antara benih yang satu dengan benih yang lain sama, akan tetapi permintaan akan benih Cigeulis banyak sehinggga pelayanan yang dibutuhkan sangat mempengaruhi kepentingan petani. Selain di Balai Benih Induk Padi dan Palawija petani juga membeli kedistribitor benih yang berada di bawah pengawasan Balai Benih Induk Padi dan Palawija. Kelima dimensi kualitas jasa tersebut menjadi acuan utama untuk mengukur kepuasan pengguna layanan jasa termasuk layanan pada BBIPP.

Hubungan kualitas layanan dengan kepuasan pengguna benih, yang dapat dipandang dari dua hal yang saling berkaitan erat yaitu harapan pengguna terhadap kualitas layanan dan persepsi pengguna terhadap kualitas layanan. Pengguna selalu menilai suatu layanan yang diterima untuk dibandingkan dengan apa yang diharapkan atau diinginkan. Cronin dan Taylor (1992) dalam Tjiptono dan Chandra (2005) mengungkapkan bahwa “kepuasan membantu pengguna dalam merevisi persepsinya terhadap kualitas jasa”. Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat sehingga tujuan adalah sebagai berikut: untuk menentukan tingkat kualitas pelayanan usaha benih padi Cigeulis di BBIPP, dan untuk menentukan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan benih padi Cigeulis.

Nama : Siti Patimah

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/72868-ID-analisis-tingkat-kepuasan-konsumen-terha.pdf