Analisis USAhatani Brokoli (Brassica Oleracea L) Dan Pemasarannya Di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong

Indonesia merupakan daerah agraris dimana sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang berperan penting bagi perekonomian di Indonesia. Umumnya pertanian terdiri dari enam bagian yaitu, tanaman pangan, tanaman perkebunan, hortikultura, perikanan, kehutanan, dan peternakan. Komoditi hortikultura terdiri dari buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias dan obat-obatan. Pemilihan komoditi sayuran dan buah-buahan untuk diusahakan merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pengembangan perekonomian pedesaan pada khususnya dan negara pada umumnya (Soekartawi, 1995).

Propinsi Bengkulu merupakan Propinsi dimana sektor pertanian menjadi salah satu sektor utama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terdapat ragam pertanian yang diusahakan oleh masyarakat Bengkulu salah satunya adalah sektor sayur-sayuran. Daerah yang menjadi basis tanaman sayur-sayuran pada Propinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Rejang Lebong.

Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah utama penghasil sayuran di Propinsi Bengkulu. Data BPS Kabupaten Kota di Propinsi Bengkulu 2013 menujukan bahwa luas panen tanaman sayuran di kabupaten Rejang Lebong yaitu 17.197 Ha.

Salah satu Desa yang menjadi sentra sayuran di Kabupaten Rejang Lebong adalah Desa Sumber Urip. Diantara macam-macam jenis sayuran yang diusahakan petani di Desa Sumber Urip, Brokoli salah satu sayuran yang masih jarang diusahakan oleh petani hal ini terkait pembiayaan usahatani. Secara umum petani Brokoli untuk memperoleh sumber pembiayaannya memanfaatkan keberadaan pada sumber pembiayaan formal dan non formal dengan berbagai konsekuensinya. Walaupun didalam mengakses sumber pembiayaan formal yang masih rendah, karena berbagai bentuk sistem aturan dan persayaratan yang dianggap masih sulit yang selama ini menjadikan polemik tersendiri untuk memperoleh sumber modal yang murah dan mudah.

Permintaan akan Brokoli yang rendah di tingkat konsumen dan harga jual yang cukup tinggi membuat tanaman ini kurang menjadi pilihan utama masyarakat, hanya konsumen tertentu saja yang mengkonsumsi Brokoli sebagai menu sayuran pada makanan keseharian. Terlepas dari itu, maka pemasaran menjadi hal yang sangat penting, jika mekanisme pemasaran berjalan baik, maka semua pihak yang terlibat akan diuntungkan.

Oleh karena itu peran lembaga pemasaran yang biasanya terdiri dari produsen, tengkulak, pedagang pengumpul, broker, eksportir, importir dan yang lainnya menjadi amat sangat penting. Biasanya pada negara berkembang, lembaga pemasaran untuk pemasaran hasil pertanian masih lemah (Soekartawi, 2003).

Dari uraian latar belakang diatas, maka terdapat empat tujuan dari penelitian ini. Pertama, untuk mengetahui sistem pembiayaan usahatani Brokoli di Desa Sumber Urip. Tujuan Kedua menghitung pendapatan usahatani Brokoli di Desa Sumber Urip, ketiga mengetahui saluran pemasaran dan menghitung Distribusi Pemasaran Brokoli di Desa Sumber Urip dan tujuan keempat yaitu menghitung marjin dan mengetahui efisiensi pemasaran Brokoli di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang.

Nama : Bembi Akbar Serawai

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/74243-ID-none.pdf