Edukasi Tb Paru Pengetahuan Sikap Kader Posyandu Melalui Permainan Simulasi Monopoli Pukesmas Bangkir Kabupaten Tolitoli

Tuberculosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Penyakit ini bila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), sepertiga populasi dunia diperkirakan terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis. Pada tahun 1992 WHO telah menetapkan Tuberculosis sebagai kedaruratan global. Menurut laporan global Tuberculosis WHO tahun 2015 diperkirakan ada 9,6 juta kasus baru TB di dunia dan 1,5 juta orang meninggal karena TB. Asia Tenggara dan Pasifik Barat menyumbang 58% dari kasus TB di dunia pada tahun 2014. Prevalensi TB di Indonesia dan negaranegara berkembang lainnya cukup tinggi. Indonesia menempati posisi tiga besar negara dengan jumlah kasus Tuberculosis terbanyak bersama India dan Cina.

Berdasarkan profil data kesehatan Indonesia pada tahun 2014, jumlah kasus baru TB paru BTA positif di seluruh propinsi di Indonesia sebanyak 176.677 kasus. Menurun bila dibandingkan kasus baru BTA positif yang ditemukan tahun 2013 yang sebesar 196.310 kasus. Jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di propinsi dengan jumlah penduduk yang besar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kasus baru BTA positif di tiga propinsi tersebut sebesar 40% dari jumlah seluruh kasus baru di Indonesia.1 Menurut jenis kelamin, kasus BTA positif pada laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan yaitu 1,5 kali. Pada masing-masing propinsi di seluruh Indonesia kasus BTA positif lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Disparitas paling tinggi antara laki-laki dan perempuan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung. Sementara di Provinsi Sulawesi Tengah, hasil penemuan kasus baru yang cukup signifikan dari tahun 2010 dengan jumlah kasus 2.719, meningkat menjadi 3.206 kasus pada tahun 2011. Pada tahun 2012 jumlah kasus baru TB paru BTA positif yang ditemukan sebanyak 3.324 kasus, ada peningkatan kasus pada tahun 2013 yakni 3.539 kasus meningkat lagi pada tahun 2014 yakni, 3.848 kasus.

Pemberantasan tuberkulosis paru di Kabupaten Tolitoli dilakukan di 14 Puskesmas melalui program DOTS. Tercatat dengan jumlah penemuan penderita TB paru BTA positif pada tahun 2013 laki-laki sebanyak 223 kasus, perempuan 136 kasus jumlah keseluruhan penderita TB paru BTA positif yaitu 359 kasus. Tahun 2014 jumlah penderita TB paru BTA positif pada laki-laki sebanyak 196 kasus perempuan 127 kasus yang jumlah keseluruhan 396 kasus, sedangkan pada tahun 2015 penderita TB paru BTA positif pada laki-laki 185 kasus dan perempuan 125 kasus yang jumlahnya 310 kasus, jumlah keseluruhan penderita TB paru BTA positif sebanyak 992 kasus.

Puskesmas Bangkir sebagai salah satu wilayah kerja Kabupaten Tolitoli, menunjukkan penemuan penderita TB paru BTA positif pada tahun 2013 yakni, laki-laki 6 kasus perempuan 2 kasus. Pada tahun 2014 laki-laki 6 kasus perempuan 2 kasus, sedangkan pada tahun 2015 penderita TB paru BTA positif yang ditemukan pada laki-laki 1 kasus dan perempuan nihil. Jumlah keseluruhan penderita TB paru BTA positif dari tahun 2013 s/d 2015 sebanyak 17 kasus. Prevalensi penderita TB paru yang meninggal pada tahun 2013 s/d 2015 adalah 5 kasus yang rinciannya, pada laki-laki 3 kasus sedangkan perempuan 2 kasus.

Rendahnya angka penemuan kasus TB dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah sistim surveilance yang belum kuat, kemampuan mendiagnosa penyakit TB yang kurang, disertai kurangnya akses ke pelayanan kesehatan.6 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gejala-gejala awal TB paru dan sistem penjaringan penderita di puskesmas dalam melakukan anamnesa yang belum optimal, kurang terbukanya masyarakat mengenai penyakit TB karena dianggapnya sebagai penyakit keturunan dan masyarakat enggan memeriksakan diri karena rasa malu.

Upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang TB dapat dilakukan oleh masyarakat dan semua tenaga kesahatan.7 Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang TB di masyarakat dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk memperkuat peran kader. Salah satunya melalui edukasi kepada kader tentang TB paru. Model deteksi dini TB paru oleh kader ini konsisten dengan salah satu elemen dalam Stop TB Partnership untuk menghentikan TB yaitu pemberdayaan kader dan komunitas sehingga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat kepada petugas kesehatan untuk memecahkan masalah kesehatan mereka.

Berdasarkan penjelasan diatas peneliti ingin melakukan penelitian tentang Edukasi TB Paru Tentang Pengetahuan dan Sikap Kader Melalui Permainan Simulasi Monopoli TB di Wilayah Puskesmas Bangkir.

Nama : Megawati