Kajian Kondisi Dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang Di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pantai Wediombo merupakan bagian dari kawasan perairan yang telah ditetapkan sebagai Cadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah jenis Suaka Alam Perairan dengan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor: 271/KPTS/2013 tanggal 2 September 2013 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan. Pencadangan kawasan perairan Maulana, H., Anggoro, S., dan Yulianto, B. (2016). Kajian Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Wediombo dan sekitarnya meliputi 192,79 Ha kawasan daratan dan 3.195,67 Ha kawasan perairan degan total kawasan seluas 3.388,40 Ha (Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, 2014). P

emanfaatan wilayah Pantai Wediombo oleh masyarakat sebagai lokasi pendaratan ikan dan pariwisata mengakibatkan peningkatan tekanan terhadap ekosistem perairan khususnya terumbu karang. Sebagai common property, kerusakan ekosistem terumbu karang tidak dirasakan sebagai kerugian ekonomi sehingga eksploitasi dari manfaat ekosistem terumbu karang menjadi tidak terkendali. Pengelolaan Pantai Wediombo menjadi tantangan bagi para stakeholder untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu komponen upaya pengelolaannya yaitu dengan melakukan pemantauan kondisi terumbu karang di Pantai Wediombo. Valuasi ekonomi ekosistem termbu karang merupakan instrument untuk menilai produk dan jasa yang dihasilkan oleh ekosistem terumbu karang. Dengan instrumen tersebut diharapkan dapat meningkatkan penghargaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya jasa yang dihasilkan oleh sumberdaya alam dan lingkungan (Rachmansyah & Maryono, 2004). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang yang diwakili oleh persen tutupan terumbu karang dan nilai manfaat ekosistem terumbu karang yang diwakili oleh produk perikanan yang dihasilkan dari ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang paling kaya dan produktif di muka bumi (Burke, Reytar, Spalding, & Perry, 2012).

Terumbu karang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain sumber pangan, terumbu karang juga merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Bagi berbagai spesies ikan, terumbu karang merupakan tempat asuhan, tempat memijah dan tempat mencari makan. Bagi para pelancong, terumbu karang merupakan daya tarik wisata yang mengundang kekaguman karena keindahannya. Keberadaan terumbu karang juga berperan dalam melindungi wilayah pesisir dari terpaan badai. Akan tetapi terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan. Ketergantungan yang tinggi akan sumber daya laut mengakibatkan pemanfaatan yang berlebihan dan perusakan terumbu karang (Burke, Selig, & Spalding, 2002). Terumbu karang merupakan asosiasi di lautan yang terbentuk seluruhnya oleh kegiatan biologis.

Terumbu adalah endapan-endapan masif yang penting dari kalisum karbonat yang terutama dihasilkan oleh karang dengan sedikit tambahan dari alga berkapur dan organisme-organisme lain yang menghasilkan kalsium karbonat (Nybakken, 1992). Manfaat langsung yang diberikan oleh terumbu karang yaitu habitat organisme lainnya dalam mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), dan tempat pemijahan (spawning ground), pariwisata bahari, dan lain-lain. Sedangkan manfaat tak langsung yang diberikan oleh terumbu karang yaitu peran sebagi pelindung pantai dari terpaan gelombang dan penahan abrasi (Aldilla, 2014). Nilai ekonomis dari terumbu karang yang menonjol adalah sebagai lokasi penangkapan berbagai jenis biota laut baik konsumsi maupun hias, bahan bangunan, bahan baku farmasi dan sebagai tempat rekreasi. Sebagai sebuah ekosistem, terumbu karang tidak memiliki nilai pasar (non market base) (Matulis, 2014). Salah satu nilai yang dapat mewakili nilai ekonomi terumbu karang adalah nilai produktifitas perikanan. Fungsi terumbu karang sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground dapat disetimasi dengan nilai output dari ikan karang (Romadhon, 2014).

Nama : Heriawan Maulana

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/137067-ID-kajian-kondisi-dan-nilai-ekonomi-manfaat.pdf