Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Dan Penggunaan Air Sungai Dengan Keluhan Kesehatan Kulit Pada Masyarakat Sekitar Sungai Pangambangan Banjarmasin

Hasil pemantauan kualitas air sungai oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin tahun 2013, 2014, dan 2015 diperoleh hasil bahwa Sungai Martapura dan Sungai Barito termasuk dalam status cemar berat. Tahun 2015 tim pemantauan Air Badan Lingkungan Kota Banjarmasin telah memantau sebagian Sungai Barito yang merupakan sungai lintas kota dan provinsi atau disebut sebagai sungai utama, dan sebagian Sungai Martapura yang merupakan sungai lalu lintas kabupaten/kota dan merupakan sungai strategis dimana sebagian segi tersebut termasuk dalam wilayah kota Banjarmasin. Sungai tersebut sangat penting keberadaanya untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat sekitarnya dan merupakan bahan baku PDAM.

Secara epidemiologis ada keterkaitan yang erat antara masalah air bersih dengan penyakit kulit, maka oleh sebab itu dengan adanya tingkat cakupan air bersih yang tinggi dapat menurunkan angka penyakit kulit. Dalam kaitan dengan hal tersebut maka seharusnya air bersih yang digunakan harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah tetapkan. Persyaratan kualitas tersebut telah tertuang dalam Permenkes No 492/2010 tentang syarat-syarat dan kualitas air bersih.

Berdasarkan survei pendahuluan, sebagian besar masyarakat Pangambangan menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci pakaian maupun peralatan dapur, buang air besar/kecil, termasuk mencuci kendaraan bermotornya. Hal ini dikarenakan kebiasaan yang sudah turun temurun dan mereka menganggap sudah kebal terhadap penyakit yang diakibatkan oleh penggunaan air sungai, padahal seluruh masyarakatnya sudah mengetahui bahwa air sungai yang mereka gunakan sudah tercemar berat dan tidak layak untuk digunakan. Walaupun demikian, masyarakat tetap memanfaatkan air sungai tersebut .

Masyarakat berpendapat bahwa air sungai yang mereka gunakan sering pasang surut dan mengalir sehingga kuman, virus, dan bakteri yang ada disungai sudah larut dan tidak mempengaruhi kesehatan. Penyakit kulit yang dialami oleh masyarakat Kelurahan Pangambangan sungai berupa gatal, bintik-bintik merah ,nyeri, panas/ hangat, kulit bersisik, namun tidak tertutup kemungkinan hanya disebabkan oleh penggunaan air bersih saja, tetapi terdapat kemungkinan-kemungkinan lain seperti alergi makanan, kekurangan gizi, sanitasi lingkungan dan kesehatan perorangan.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2015, kasus penyakit kulit di wilayah kerja Puskesmas 9 November yaitu sebanyak 1.267.3 Oleh karena itu, maka penulis meneliti hubungan domain “Perilaku Pengguna Air Sungai Dengan Keluhan Kesehatan Kulit Pada Masyarakat Sekitar Sungai Pangambangan Kota Banjarmasin”.

Nama : Yeni Riza