Peramalan Pasokan Bahan Baku dan Penjualan Sir 20 di PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Padang Pelawi Kec. Sukaraja Kab. Seluma

Salah satu sektor pertanian yang berpotensi untuk dijadikan unggulan adalah subsektor perkebunan. Sebagai salah satu subsektor yang penting dalam sektor pertanian, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai negara berkembang dimana penyediaan lapangan pekerjaan merupakan masalah yang mendesak, subsektor perkebunan mempunyai peranan yang cukup signifikan. Serapan tenaga kerja oleh sektor pertanian di Indonesia adalah sebesar 27% (2008), PDRB/PDB sebesar 20%, dan ekspor (devisa) 40% (BPS, 2013).

PTPN VII merupakan salah satu Perusahaan yang didirikan di Kota Bengkulu bergerak di bidang industri pengelolahan bahan olah karet rakyat menjadi Crumb Rubber jenis SIR 20. Bahan Baku berasal dari bahan olah karet kebun PTPN VII Padang Pelawi dan Ketahun serta bahan olah karet Masyarakat Petani sekitar Perusahaan. Prioritas kinerja PTPN VII memproduksi Crumb Rubber jenis SIR 20 karena bahan bakunya lebih dominan dapat diolah menjadi Standard Indonesia Rubber (SIR) 20. Hambatan yang sering terjadi di Perusahaan yaitu terjadinya fluktuasi pasokan dari kebun sendiri dan fluktuasi pasokan maupun harga dari luar perusahaan.

Hambatan lainnya juga fluktuasi harga SIR 20 dan permintaan SIR 20, disebabkan oleh rendahnya produksi akibat gangguan pertumbuhan dari tanaman. Hal ini dapat dibuktikan selama tahun 2014 bahwa PT. Perkebunan Nusantara Unit Padang Pelawi bagian Pawi Plasma tidak menghasilkan karet remah, sehingga alternatif pemenuhan bokar dari pihak ketiga. Berikut ini adalah data mengenai Produksi remah, bokar dan Produksi SIR 20.  PT. Perkebunan Unit Padang Pelawi tahun 2014 Berdasarkan Tabel di atas Hasil Olah SIR 20 Pada tahun 2014 lebih besar jika dibandingkan dengan bahan bakunya disebabkan oleh Cadangan bahan baku yang disimpan di dalam gudang pada tahun sebelumnya digabungkan dengan jumlah bahan baku pada tahun 2014. PTPN VII mengambil kebijakan dalam pemenuhan bahan baku. Alternatif yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi permintaan industri karet pasar lokal maupun mancanegara yaitu dengan pemenuhan bahan baku dari luar perusahaan.

Disisi lain permintaan Bahan karet alam, saat ini mengalami peningkatan namun produksi perusahaan lebih kecil dibandingkan produksi kebun rakyat. Alternatif yang dilakukan perusahaan dengan menyimpan sisa produksi SIR 20 ke dalam gudang sebagai cadangan untuk pengiriman berikutnya. Pemenuhan pasar lokal dan mancanegara tergantung dengan permintaan pasar. Berkurangnya permintaan ini terjadi karena belum terjadinya persyaratan yang diinginkan konsumen.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi Pola Perkembangan jumlah pasokan dan harga bahan baku, harga dan jumlah penjualan SIR 20 dari Januari 2009 – Maret 2015. 2. Menganalisis Peramalan jumlah Pasokan dan harga Bahan Baku, harga dan jumlah Penjualan SIR 20 Untuk 1 (dua) tahun mendatang dari Maret 2015 – Maret 2016 pada PTPN VII Unit Padang Pelawi dengan metode peramalan terbaik.

Nama : Eka Monika Manihuruk

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/73181-ID-peramalan-pasokan-bahan-baku-dan-penjual.pdf