Kualitas Lingkungan Permukiman Rusunawa Marunda dan Non-rusun di Kelurahan Marunda

, , Leave a comment

Pembangunan rumah-rumah atau permukiman merupakan salah satu produk adaptasi manusia terhadap lingkungan yang dinamis. Beratus-ratus tahun silam saat manusia mulai meninggalkan kebiasaan berburu dan mulai bercocok tanam, maka manusia membutuhkan tempat tinggal dan dibangunlah permukiman sebagai pusat kegiatan manusia.

Menurut Barlow & Newton (1971) dalam Ritohardoyo (2000 : 4), Permukiman adalah semua tipe tempat tinggal manusia baik satu gubuk atau pondok tunggal beratap dedaunan atau rumah-rumah di perladangan hingga kota yang sangat besar dengan ribuan bangunan atau ribuan tempat tinggal.

Permukiman dapat berbagai macam bentuknya, mulai dari gubuk, goa, gedung, pondok dan sebagainya sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Yunus (1987) dimana Permukiman merupakan bentukan artificial maupun natural dengan segala kelengkapannya yang digunakan oleh manusia baik secara individual maupun kelompok, untuk bertempat tinggal baik sementara maupun menetap dalam rangka menyelenggarakan kehidupannya.

Permukiman adalah hal yang essensial, karena sebagai pusat aktivitas kehidupan manusia. Sebagaimana bentukan antropogenik, permukiman memerlukan ruang. Daerah perkotaan memiliki ruang yang terbatas dalam perkembangannya. Banyaknya pelaku urbanisasi dari pedesaan ke perkotaan memerlukan tempat tinggal yang layak.

Adanya pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kegiatan penduduk didaerah perkotaan maka menyebabkan semakin meningkatnya tuntutan ruang untuk permukiman dan juga peningkatan tuntutan ruang untuk lokasi kegiatan. Pembangunan rumah susun merupakan salah satu solusi untuk menimalisir penggunaan lahan kota.

Nama : Aji Mitrabuana 

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/222843-kualitas-lingkungan-permukiman-rusunawa.pdf