Strategi Promosi Kesehatan Terhadap Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Di Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo

, , Leave a comment

Narkoba merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang penyalahgunaannya cenderung meningkat. Dari laporan perkembangan situasi narkoba dunia United Nations Office on Drugs and Crime tahun 2014, diketahui angka estimasi pengguna narkoba di tahun 2012 adalah 162 juta hingga 324 juta orang. Jenis yang paling banyak digunakan adalah ganja, opiod, cocain atau type amphetamine dan kelompok stimulant. Menurut laporan (BNN, 2014) di Indonesia diperkirakan jumlah penyalahguna narkoba setahun terakhir sekitar 3,1 juta sampai 3,6 juta orang atau setara dengan 1,9% dari populasi penduduk berusia 10-59 tahun di tahun 2008.

Berdasarkan BNNP di tahun 2012 Sulawesi Selatan menempati peringkat empat besar pengguna narkoba. Kemudian di tahun 2013 menempati peringkat pertama, dengan jumlah kasus untuk pengguna narkoba yakni Kabupaten Sidrap 80 tersangka, Kabupaten Pinrang dengan 53 tersangka, serta Kabupaten Wajo 30 tersangka. Kabupaten Wajo kini menempati urutan 3 penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Selatan setelah Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Bone.

Dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba, maka diperlukan langkah strategik yang kemudian dikenal sebagai strategi promosi kesehatan. Strategi ini meliputi kegiatan advokasi, dukungan social (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) serta didukung oleh kemitraan.

Pelaksanaan strategi ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan penerapan upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, agar masyarakat mampu secara bersama-sama dalam menanggulangi kesehatan, khusunya penyalahgunaan narkoba.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bagaimana strategi promosi kesehatan terhadap upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.

Nama : Rama Nur Kurniawan