Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Rawat Jalan Di Rsud Karanganyar

, , Leave a comment

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, gangguan fungsi insulin, atau keduanya 1. Beberapa dekade terakhir, prevalensi DM di dunia semakin meningkat. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita DM (diabetesi) di Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 8,4 juta diabetes pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta diabetes pada tahun 20302. Data Riskesdas 3 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi diabetesi di Indonesia dari 1,1% pada tahun 2007 menjadi 2,1% pada tahun 2013.

DM sendiri diklasifikasikan menjadi DM tipe 1, DM tipe 2 dan DM gestasional1. DM tipe 1 biasanya disebabkan karena kerusakan sel beta pankreas yang mengakibatkan penurunan sekresi insulin, sedangkan DM tipe 2 terjadi karena adanya resistensi insulin. DM gestasional adalah terjadinya intoleransi glukosayang terjadi pertama kali pada saat hamil2. Di Indonesia, sekitar 80% dari diabetesi yang ada menderita DM tipe 2 4. Apabila tidak terkontrol dengan baik, DM dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi mikrovaskuler seperti retinopati, nefropati dan neuropati. Selain itu, DM juga dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler seperti penyakit jantung dan stroke.

Upaya yang harus dilakukan untuk mencegah dan menghambat progresivitas komplikasi DM dimulai dengan Terapi Nutrisi Medis (TNM) dan aktivitas fisik dengan/tanpa intervensi farmakologis obat anti hiperglikemia2. TNM penting dilakukan untuk menjaga agar kadar glukosa darah tetap stabil. Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk menilai keberhasilan TNM pada pasien DM adalah kepatuhan diet.

Kepatuhan diet adalah kesesuaian perilaku yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa tingginya level pendidikan dapat memperluas pengetahuan seseorang dan meningkatkan implementasinya dalam perilaku sehingga bisa memperbaiki tingkat kepatuhan diet. .Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet adalah motivasi diri, pendidikan, pengetahuan diet, serta dukungan keluarga maupun dukungan dari tenaga kesehatan.

RSUD Karanganyar merupakan RS rujuakan kabupaten dengan prevalensi pasien penderita DM tipe 2 yang cukup tinggi. Pada tahun 2015, penyakit DM menempati urutan ke-5 dalam 10 besar penyakit rawat jalan di RSUD Karanganyar dengan peningkatan prevalensi 43,01%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kepatuhan diet, tingkat pengetahuan serta pendidikan pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Karanganyar.

Nama : Nur Farida