Kampung Inggris Di Lingkup Sekolah Sebagai Prasarana Alternatif Pembelajaran Bahasa Inggris Intensif School-based English Camp as an Alternative Means on Learning English Intensively

English Camp bisa diterjemahkan sebagai kampung Inggris, yaitu sebuah tempat yang di dalamnya terdapat serangkaian agenda, media pembelajaran bahasa Inggris dan aturan yang telah disepakatii untuk belajar bahasa Inggris. Ide dalam penyelenggaraan kegiatan ini awalnya terinspirasi dari keberadaan Kampung Inggris yang berada di Pare Kediri, Jawa Timur. Melihat kesuksesan Kampung Inggris Pare dan besarnya minat masyarakat Indonesia dalam mengikuti pembelajaran singkat (short course) di kota kecil tersebut, peneliti mencoba untuk mengadopsi kegiatan tersebut dalam lingkup yang lebih mudah untuk dijangkau, yaitu kampung Inggris berbasis sekolah.

Kampung Inggris berbasis sekolah diselenggarakan disekolah dengan menerapkan metode yang tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan oleh Kampung Inggris Pare. Keunggulan dari pada Kampung Inggris berbasis sekolah ini mudah untuk diterapkan oleh instansi atau sekolah manapun dengan menerapkan sistem pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan menyenangkan. Dengan begitu para siswa tidak usah jauh-jauh pergi ke Pare untuk memperdalam bahasa Inggris.

Sebenarnya untuk mempelajari bahasa Inggris dibutuhkan lingkungan yang kondusif dan mendukung. Artinya, jikalau kita bisa menciptakan suasana dan lingkungan yang mendukung untuk belajar bahasa Inggris dengan segenap sarana dan prasarananya yang mumpuni, maka sangat dimungkinkan bahwa belajar bahasa Inggris bisa terasa sangat mudah dan menyenangkan. Dengan diterapkanya English Camp di Madrasah Aliyah AlItihad Poncokusuma terbukti bahwa minat belajar bahasa Inggris para siswa terpancing kembali. Mereka merasakan nuansa yang berbeda dengan yang selama ini mereka rasakan dengan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas. Dengan begitu, siswa akan mendapatkan bekal yang lebih dari cukup tentang bagaimana cara untuk belajar berbahasa Inggris. Dalam kampung Inggris ini siswa mempunyai kesempatan untuk melatih skill berbahasa mereka. Salah satu contohnya, siswa dapat praktek berbicara bahasa Inggris (Speaking practice) dengan bebas, sehingga mereka tidak mendapat tekanan apapun dari dalam diri maupun lingkukan mereka. Dalam berlaltih berbicara bahasa Inggris, berani berekspresi merupakan kunci untuk cepat bisa menguasai teknik maupun gaya pengujaran bahasa Inggris. Di dalam kampung Inggris mereka bisa berekspresi tanpa harus malu-malu. Begitu juga dengan skill mendengarkan (listening), hanya bisa dikuasai jikalau kita terbiasa mendengarkan kata-kata bahasa Inggris. Di dalam kampung Inggris para siswa juga difasilitasi untuk mendengarkan media-media yang telah disiapkan. Atau, dengan praktik speaking dengan para tutor maupun dengan partner masing-masing, para siswa secara otomatis sudah melatih kemampuan listening mereka (listening competence).

Metode yang diterapkan salah satunya adalah metode Total Physical Response yaitu pendekatan pembelajaran bahasa dengan menekankan aktivitas fisik yang disusun dengan koordinasi perintah, ucapan dan gerak (Richard dalam Sugiono, 2006). Dalam praktiknya, metode tersebut bisa diterapkan dengan menggabungkan beberapa teknik pembelajaran. Salah satunya adalah melalui game. Game merupakan media yang cukup efektif bahkan jika diterapkan kepada orang dewasa sekalipun. Dengan menyediakan game yang menarik, maka para siswa akan sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. English Camp atau kampung Inggris ini diselenggarakan selama beberapa hari di Madrasah Aliyah Al-itihad Poncokusumo Malang. Siswa diberi bekal dan di suguhi beberapa program yang menarik. Pada puncak acara kegiatan ini, siswa diajak untuk rekreasi ke Kebun Raya Purwodadi Malang.

Dengan bekal latihan bahasa Inggris yang diadakan di sekolah, kemudian siswa disuruh untuk mengaplikasikan segala ilmu yang telah diperoleh di area tersebut dengan mempraktekkan kemampuan berbahasa mereka melalui beberapa agenda yang telah disiapkan oleh panitia. Penyelenggaraan English Camp sangat dirasakan keberhasilannya. Hal itu ditunjukkan dari minat para siswa yang sangat tinggi dan mereka mau melakukan apapun dalam mempelajari bahasa Inggris tanpa ada kecanggungan dan rasa malu. Penelitian tentang English Camp yang telah dilakukan ditujukan untuk menguji hubungan antara kegiatan English Camp terhadap minat para siswa-siwi M.A Al-Itihad Poncokusumo Malang dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan bahwa English Camp mampun mendongkrak minat belajar bahasa Inggris para siswa dan mereka termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Dengan melihat hasil penelitian yang dilakukan dan melihat respon para siswabegitu juga respon pihak sekolah tentang English Camp ini, peneliti dapat menyarankan beberapa hal terkait dengan kegiatan English Camp. Pertama, English Camp ini dapat diaplikasikan oleh siapapun di instansi maupun sekolah masing-masing dengan menerapkan sistem pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan menyenangkan. Kedua, English Camp ini sangat mudah untuk diaplikasikan untuk berbagai level pendidikan, tentunya dengan metode dan teknik pelaksanaan yang sesuai dengan level pendidikan masing-masing.

Nama : Arining Wibowo

Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/81384-ID-kampung-inggris-di-lingkup-sekolah-sebag.pdf